Itu artinya jika nantinya terpilih di DPR, Busyro harus memilih satu di antara dua posisi; Pimpinan KPK atau Pimpinan Muhammadiyah. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin angkat bicara terkait masuknya Busyro ke jajaran elite organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu.
Din menyarankan Busyro lebih memilih Muhammadiyah. Apa alasannya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun usaha Din menemui tembok penolakan. "Saya buka saja di sini, saya sudah sounding ke fraksi-fraksi DPR. Agaknya mereka resisten ke Pak Busyro karena pernah mengkritik anggota DPR sebagai politisi pragmatis dan hedonis," kata Din di Balai Sidang Makassar, Universitas Muhammadiyah Makassar, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Sulsel, Jumat (7/8/2015).
Din mengungkap fraksi-fraksi DPR tak nyaman dengan keberadaan Busyro di KPK. Oleh karenanya, Din menyarankan Busyro bertahan di PP Muhammadiyah.
"Ada yang bilang, Pak Din, kalau Pak Busyro di KPK, kita khawatir dipanggil terus," tutur Din.
"Oleh karena itu, karena almamater Muhammadiyah, saatnya Muhammadiyah memanggil Pak Busyro agar tak ke mana-mana lagi," imbuh Ketum MUI ini.
Keputusan soal terpilih tidaknya Busyro sebagai pimpinan KPK akan diumumkan oleh Komisi III DPR pada Desember 2015 mendatang. Saat ini Busyro sudah terpilih sebagai anggota PP Muhammadiyah di Muktamar ke-47.
(erd/faj)











































