"Pasti, karena pastinya dia (Menteri Susi) ambil dari kita kan. Jadi persiapannya seperti apa, yang diambil seperti apa," ungkap Siti di Seminar yang digelar di Kantor Kementerian LHK, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (7/8/2015).
Siti mengatakan, kementeriannya tengah menyusun skema pemetaan kerjasama antar-institusi ini. Sebab ada sejumlah regulasi yang masih perlu digodok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya soal regulasi yang perlu dipikirkan. Ada beberapa faktor lagi yang disebut Siti perlu dilakukan persiapan dan pendalaman.
"Kita sama-sama dalami saja, dari prakteknya, UU nya seperti apa, dari penunjang-penunjangnya seperti apa. Buat saya nggak ada masalah," kata politisi Partai Nasdem itu.
Menteri Susi bersama Korps Marinir sebelumnya melakukan teken komitmen untuk penyelamatan terumbu karang dengan melakukan konservasi.
Kondisi terumbu karang di laut Indonesia saat ini, kata Susi, sudah masuk dalam kategori memprihatinkan karena banyak pengrusakan oleh nelayan maupun pihak-pihak tertentu.
"Feeling saya 5 persen terumbu karang rusak setiap tahunnya. Ini PR berat kita. Nilai ekonomisnya bisa merugikan hingga miliaran dollar per KM karena hasil perikanan yang dicuri saja itu 20 miliar dollar setahun," terang Susi di Mako Marinir, Jakpus, Kamis (6/8).
"Terumbu karang rumah ikan, kalau nggak dijaga ikannya bisa habis. Terumbu Karang yang memproduksi 20 m dollar setahun jadi nilainya berapa? kan berkali-kali dari nilai itu," ujar Susi.
(elz/fdn)











































