"Pertemuannya untuk pembahasan soal pencegahan konflik antara Go-Jek dan pengojek konvensional. Keberadaan Go-Jek yang berbasis IT diminati masyarakat," kata salah seorang polisi lalu lintas sebelum pertemuan di kantor Dishub, Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2015).
Pertemuan ini juga membahas soal taksi Uber yang masih beroperasi tanpa izin. Keberadaan taksi ini dinilai merugikan angkutan sejenis yang sudah punya izin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pertemuan ini juga hadir CEO Go-Jek Nadiem Makarim, marketing GrabTaxi Kiki Rizki, Dirut PT TransJakarta Kosasih, perwakilan dari Dewan Transportasi Jakarta dan Masyarakat Transportasi Indonesia. Hingga pukul 10.40 WIB pertemuan yang berlangsung tertutup ini masih berlangsung.
Ojek berbasis aplikasi di ponsel saat ini memang tengah populer di Jakarta. Keberadaan mereka mendapatkan resistensi dari ojek pangkalan. (nal/nrl)











































