"Sudah ada anggarannya. Setneg sudah memberikan, Pemda DKI nganggarin dong. Sudah kita anggarkan. Perintah Pak Gub juga jelas selesaikan kantor Polres 2016," ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Heru Budi Hartono di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2015).
Mantan Wali Kota Jakarta utara ini mengaku belum mengetahui besaran anggarannya secara pasti. Dia hanya memastikan, anggaran pembangunan kantor Mapolres Jakarta Pusat tersebut masuk ke dalam APBD 2016.
Proses lelang bangunan pun diharapkan bisa mulai bulan Oktober 2015. Dengan begitu, rencana pembangunan fisik pada 2016 mendatang bisa terealisasi.
"Ya. (Masuk ke anggaran) APBD 2016, lelang di Oktober supaya Januari sudah bisa berjalan. Begitu APBD 2016 ketok palu dan pemenang lelang sudah ada tinggal bikin klausul saja," terangnya.
Seperti diketahui, segenap jajaran kepolisian Jakarta Pusat menghadiri rapat koordinasi dengan Komisi A DPRD DKI terkait pembahasan relokasi Mapolres Jakarta Pusat. Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hendro Pandowo berharap rencana itu bisa terealisasi dalam waktu dekat.
Hendro mengatakan, tanah seluas 12 ribu meter persegi itu merupakan milik Setneg yang sudah diserahkan kepada Pemprov. Sementara biaya pembangunannya berasal dari hibah Pemprov DKI.
Dia menilai bangunan baru itu sangat diperlukan karena kondisi Mapolda Jakarta Pusat yang terletak di Jalan Kramat Raya saat ini sudah tidak layak. Banyak anggota kepolisian yang tidak dapat beristirahat setelah selesai bekerja.
"Polres Pusat sudah tidak nyaman, tidak layak. Bangunannya 36 meter persegi, personel kita jumlahnya banyak. Beban tugasnya banyak, seharusnya anggota kita selesai melakukan pekerjaan kembali ke Mapolres untuk istirahat, tapi tidak bisa. Akhirnya nongkrong di jalan, warung dan lainnya. Banyak fasilitas gedung nggak ada di Jakpus," kata Hendro di Gedung DPRD DKI, Kamis (6/8).
Sementara itu secara terpisah, Sekretaris Komisi A DPRD DKI Starief menyebut Pemda DKI siapkan uangnya dalam bentuk hibah Rp 133.690.054 miliar. Politisi Gerindra ini mengatakan, besaran dana untuk bangunan fisik dialokasikan sebesar Rp 126.690.054 miliar. Adapun bangunan itu luasnya 13.250 meter persegi.
"Nah Rp 7 miliar buat meubelair (perlengkapan interior)," sambungnya.
Syarief berharap Pemprov bisa segera membangun kantor baru untuk anggota kepolisian yang di Polres Jakarta Pusat. Berdasarkan rencana, Syarief mengatakan pembangunan tersebut akan dimulai pada April 2016 dengan proses lelang yang sudah dimulai pada November tahun ini. (aws/fdn)











































