Pengakuan Andi nekat menghabisi nyawa asisten Presdir XL Axiata karena dirinya merasa dilecehkan oleh korban saat diajak berhubungan badan, di hotel Cipaganti, Cipanas, Garut, Oktober 2014 lalu.
Gelap mata sales alat kesehatan ini membekap wajah janda anak dua ini dengan bantal yang ada di samping korban. Mengetahui Rian tidak bergerak, Andy panik. Dia berupaya membangunkan Rian dengan minyak yang ada di mobil yang diparkir di teras kamar hotel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulai dari menghilangkan barang bukti, menyamarkan identitas, hingga berhasil membuat surat kuasa menarik BPKB mobil korban dari showroom. Kapolres Garut AKBP Arif Rachman menyatakan, pihaknya belum mengambil kesimpulan apakah dengan fakta-fakta yang ditemukan tersebut Andy sudah merencanakan pembunuhan tersebut.
Meski demikian, penyidik menjerat tersangka dengan pasal berlapis pembunuhan berencana, pasal 340 KUHP. "Kita belum bisa ambil kesimpulan karena malam ini Polres Garut sedang pemeriksaan intensif terhadap tersangka, tapi kita terapkan pasal berlapis 338 dan 340 KUHP," kata Arif, Kamis (6/8/2015).
Berikut fakta penghilangan jejak pembunuhan yang dilakukan Andy guna menyamarkan penyelidikan pihak kepolisian:
1. Check in hotel dengan identitas palsu
|
Foto: Mei Amelia
|
Andy sendiri tidak menitipkan KTP atau tanda pengenal identitas lainnya di resepsionis hotel. Dia hanya menuliskan nama di buku tamu hotel.
"Dia cuma nulis nama Gery di buku tamu dan tidak ada alamat atau pun nomor telepon," kata Kapolres Garut AKBP Arif Rachman kepada wartawan di lokasi, Garut, Kamis (6/8/2015).
Tidak adanya kartu identitas yang dititipkan tamu di hotel ini disayangkan oleh Arif mengatakan. Hotel tersebut memang tidak mengharuskan tamunya untuk menitipkan KTP.
2. Lucuti pakaian dan rendam korban di bak air panas
|
Foto: Andhika Akbarasyah
|
Andy lalu memutuskan untuk merendam korban di bak air panas. Kawasan Cipanas, Garut, memang terkenal dengan pemandian air panas yang bersumber dari gunung aktif yang ada di kawasan tersebut.
Inilah yang menyulitkan pihak kepolisian untuk mengetahui identitas korban.
"Korban terendam di air panas 1x24 jam, akibatnya melepuh dan kita tidak bisa mengidentifikasi sidik jari korban," kata Kapolres Garut AKBP Arif Rachman.
3. Gunakan plat nomor palsu saat keluar hotel
|
Foto: Istimewa
|
Saat ditanya alasan pembuatan nomor palsu tersebut, Andy mengatakan untuk menyenangkan hati Rian. Bukan untuk menyembunyikan pembunuhan.
"Enggak ada maksud apa-apa, cuma mau menyenangkan hati Rian saja. Rian kan pengen punya pelat nomornya itu B 912 RYN. Saya pakai pelat B, bukan pelat A," kata Andy saat ditanya mengapa ia mengganti pelat nomor tersebut, di Jakarta, Kamis (6/8/2015).
4. Buang kunci kamar hotel, tas, dan pakaian Rian
|
Foto: istimewa
|
"Kuncinya saya bawa, saya masukan ke tasnya dia (Rian)," kata Andy kepada detikcom usai melakukan pra-rekonstruksi di lokasi, Kamis (6/8/2015).
Selain kunci, tas Rian yang dibawa Andy berisi pakaian Rian yang dikenakan di hari pembunuhan, iPhone 3S, BlackBerry, dompet berisi ATM, sejumlah uang, KTP, kartu kredit dan barang pribadi lainnya.
"Kemudian tas itu saya buang di halte di Garut, saya tidak ingat persis nama tempatnya. Pokoknya itu halte terminal besar," kata Andy.
5. Tak Ambil iPhone dan BB Rian karena Takut Terlacak Polisi
|
Foto: Mei Amelia
|
"Saya enggak ambil handphone-handphone korban karena takut kelacak nanti. Itu saya buang di dalam tas," kata Andy kepada detikcom, Kamis (6/8/2015).
Andy mengaku tidak mengambil apa pun barang-barang milik korban yang ada di tasnya. Dompet berikut uang, ATM, kartu kredit, juga tidak diambilnya.
"Sepeser pun saya enggak ambil," imbuhnya.
Halaman 2 dari 6











































