Kompetisi yang diikuti berbagai perguruan tinggi se-Indonesia itu digelar di Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat pada 2-5 Agustus 2015.
Mahasiswa UGM yang berhasil meraih juara pertama pada kategori muatan roket, yaitu Muhammad Randi Ritvaldi, Dwi Aji Kurniawan, Ardita Wiratama, Edo Probolaksono Aganinggar, Luthfan Nur Ubai, Dera Rachmawaty Kusuma, Ghafar Ramadhan Fakih, Naufal Imaduddin, Yudha Bakti Nugroho, Andi Surya Rakhmawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bersyukur, tim UGM berhasil menang dalam kompetisi tahunan ini dan berhasil meraih emas dan perak," kata salah satu anggota tim Dyah Pribandaru, di kampus UGM, Yogyakarta, Kamis (6/8/2015).
Menurutnya Komurindo dan Kombat 2015 diikuti 56 tim dari 27 perguruan tinggi se-Indonesia yang terdiri dari 20 tim peserta kompetisi kategori muatan roket, 20 tim peserta kategori roket EDF dan 16 peserta Kombat. Tim yang berlaga di kompetisi itu telah lulus dalam seleksi tahap I dan II, serta telah mengikuti workshop sebagai syarat wajib yang harus dipenuhi para peserta.
"Beberapa tahap seleksi tersebut diantaranya evaluasi proposal, evaluasi laporan perkembangan, workshop dan pelaksanaan kompetisi di Lanud TNI AU, Pameungpeuk, Garut Jawa Barat. Terakhir adalah uji fungsional dan uji terbang," katanya.
Secara lengkap hasil kompetisi kategori muatan roket, yaitu juara 1 Gahotkaca UGM, juara 2 StarPENSky-X4 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, dan juara 3 Krakatau 5.6 STMIK Teknorat Bandar Lampung.
Β
Sedangkan untuk kategori roket EDF, juara 1 disabet oleh DIRK RKF-SCUTUM Universitas Komputer Indonesia, juara 2 UFO UGM, dan juara 3 Flashships Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.
Β
Pada kompetisi kategori Balon Atmosfer juara 1 diperoleh Arakula APTRG Universitas Telkom, juara 2 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, dan juara 3 ERGSAT-XI VI5 Universitas Komputer Indonesia. (bgs/rul)











































