Pendaki yang akan 17-an di Merapi Diingatkan Jangan ke Puncak

Pendaki yang akan 17-an di Merapi Diingatkan Jangan ke Puncak

Edzan Raharjo - detikNews
Kamis, 06 Agu 2015 15:16 WIB
Pendaki yang akan 17-an di Merapi Diingatkan Jangan ke Puncak
Gunung Merapi. (Hasan Alhabshy/detikcom)
Yogyakarta - Peringatan hari kemerdekaan atau 17-an sering dijadikan para pendaki sebagai momen untuk mendaki Gunung Merapi. Untuk menghindari bahaya, maka pendaki diingatkan hanya boleh naik hingga Pos Pasar Bubrah, jangan ke puncak.

Peringatan ini disampaikan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta. Kepala BPPTKG I Gusti Made Agung Nandaka mengatakan larangan ini disampaikan karena batuan yang ada di puncak masih mudah lepas, apalagi sekarang posisinya miring. Selain itu, tempat untuk upacara di atas juga sangat sempit.
Β 
"Kita sarankan sampai ke Pasar Bubrah saja. Tempat di atas nggak ada. Batu-batuan juga mudah lepas," kata Nandaka di kantor BPPTKG Yogyakarta, Kamis (6/8/2015).

Untuk mengingatkan para pendaki tentang batas pendakian, saat ini telah dipasang spanduk di Pos Pasar Bubrah dan Selo. Diharapkan larangan yang dituliskan di kain bentang ini dapat diperhatikan demi keselamatan pendaki itu sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disebutkan Nandaka, untuk memantau para pendaki memang dapat dilakukan melalui kamera pengawas atau CCTV milik BPPTKG. Ada 15 CCTV yang selama ini difungsikan untuk memantau aktivitas Merapi, namun juga bisa dimanfaatkan untuk melihat pendakian. CCTV itu ada juga yang terpasang di Pasar Bubrah.

Dalam kejadian terakhir Mei lalu, mahasiswa Universitas Atmajaya Yogyakarta, Eri Yunanto (21) tewas terjatuh ke kawah Merapi. Dia terpeleset saat akan turun dari tebing bekas puncak Garuda. Proses evakuasi yang dilakukan termasuk berisiko tinggi, sebab ada gas beracun. (rul/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads