Kapolres Garut AKBP Arief Rachman, saat dikonfirmasi detikcom, mengatakan bahwa sebetulnya tak perlu lagi untuk menggali jenazah Rian di Garut. Sebab, polisi di sana sebelumnya sudah mengambil sampel DNA ibu dua anak tersebut. Beberapa organ juga ada yang sudah diteliti.
"Ada beberapa bagian organ yang kita kirim ke labfor dan sudah ada bagian tubuh, tinggal dicocokkan dengan DNA," terang Arief, Kamis (6/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Autopsi dilakukan oleh dokter forensik di rumah sakit Garut. Hasilnya kala itu, dugaan penyebab kematian adalah kehabisan nafas dan kekerasan fisik.
Rencananya, tim dari Polda Metro Jaya akan melakukan pembongkaran kuburan Hayriantira (37) di Garut, Jawa Barat. Jenazah wanita yang ditemukan tewas di Hotel Cipaganti, Garut itu akan dites DNA untuk memastikan jika itu adalah Rian.
Penggalian kuburan dilakukan untuk mengecek DNA jasad wanita yang ditemukan di Hotel Cipaganti itu identik dengan Hayriantira yang dinyatakan hilang atau bukan. Pihak kepolisian sendiri akan mengambil sampel pembanding DNA dari ibu Rian. (mad/faj)










































