Dirjen Perhubungan Darat Djoko Sasono mengatakan dengan adanya program RASS untuk mendorong murid dan orang tua murid lebih memilih berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan angkutan umum untuk berangkat ke sekolah dan pulang sekolah dari rumah hingga sekolah.
"Esensinya untuk memastikan rute yang dilalui anak sekolah selamat. Penerapan RASS di dua kabupaten ini diwujudkan dalam penerapan fasilitas perlengkapan jalan berupa marka jalan, zona selamat sekolah, halte permanen, bus sekolah dan trotoar," ujar Djoko di Kemenhub, jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjut Djoko, program RASS ini pun membutuhkan keterlibatan di antaranyaΒ dari sekolah, orang tua, dinas perhubungan, kepolisian, Kementerian Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Kementerian Kesehatan.
"Dengan program rute aman ini dapat menciptakan rasa aman kepada orang tua murid, kami akan terus memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Diharapkan murid dapat tiba dengan selamat di sekolah," pungkasnya.
Selanjutnya, Kemenhub memaparkan setiap tahunnya rata-rata 186.300 anak-anak meninggal karena kecelakaan di jalan. Serta di Indonesia, masih banyak ditemukan anak-anak sekolah yang terpaksa harus berjalan jauh, menyeberang jembatan menggunakan tali yang rusak di atas sungai yang deras lantaran lokasi sekolah yang jauh dan kurangnya fasilitas yang memadai.
"Akses jalan di wilayah provinsi, kota atau kabupaten di Indonesia masih banyak yang membuat anak sekolah harus berhadapan dengan lalu lintas kendaraan besar yang sangat tidak ramah anak. Sangat memprihatinkan potret keselamatan sebagian anak Indonesia ke sekolah," jelasnya. (tfn/faj)











































