"Sedang ditindaklanjuti. Sudah ada tim yang akan menangani," kata Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin, kepada detikcom, Kamis (6/8/2015).
Gus Aab, panggilan Kiai Abdullah Syamsul Arifin, merupakan salah satu pemimpin sidang dalam pertemuan Forum Wilayah NU di Ponpes Tebuireng, Rabu (5/8) malam. Pada saat bersamaan, muktamar digelar di Alun-alun Jombang dan menetapkan KH Said Aqil Siradj dan KH Mahruf Amin sebagai Ketua Tanfidiyah dan Rais Aam PBNU periode 2015-2020.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada prinsipnya berkembang saja. Tapi kalau soal organisasi baru, nggak lah. Ini hanya pembelajaran agar jangan sampai pengurus menodai organisasi," jelas Gus Aab.
Karena kecewa, Forum Wilayah NU menolak hasil Muktamar ke-33, meminta pengurus PBNU demisioner menggelar muktamar ulang, dan melayangkan gugatan hukum ke pengurus demisioner. Hal ini perlu dilakukan karena menurut Gus Aab, pelaksanaan muktamar semrawut. Mulai dari registrasi muktamirin hingga sistem pemilihan.
"Ini bukan seperti muktamar NU," tutup Gus Aab.
Desakan Forum Wilayah ini tak direspons Ketua Tanfidiyah terpilih, Said Aqil Siradj. Dalam pidato penutupan, Rabu (5/8), ketua incumbent ini tak menyinggung sedikit pun soal kemungkinan perpecahan pasca-muktamar. Dia hanya memaparkan program-program ke depan. (try/van)











































