NU Dihantui Perpecahan, Forum Lintas Wilayah Ancam Gugat Hasil Muktamar

Muktamar ke-33 NU

NU Dihantui Perpecahan, Forum Lintas Wilayah Ancam Gugat Hasil Muktamar

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Kamis, 06 Agu 2015 13:41 WIB
NU Dihantui Perpecahan, Forum Lintas Wilayah Ancam Gugat Hasil Muktamar
Foto: Enggran Eko Budianto
Jakarta - Muktamar NU di Jombang, Jawa Timur, telah berakhir. Riak-riak kekecewaan muncul. Muktamirin yang mengatasnamakan Forum Lintas Wilayah NU menggelar pertemuan di sela muktamar di Ponpes Tebuireng dan berencana menggugat hasil muktamar. Akankah rencana itu berlanjut?

"Sedang ditindaklanjuti. Sudah ada tim yang akan menangani," kata Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin, kepada detikcom, Kamis (6/8/2015).

Gus Aab, panggilan Kiai Abdullah Syamsul Arifin, merupakan salah satu pemimpin sidang dalam pertemuan Forum Wilayah NU di Ponpes Tebuireng, Rabu (5/8) malam. Pada saat bersamaan, muktamar digelar di Alun-alun Jombang dan menetapkan KH Said Aqil Siradj dan KH Mahruf Amin sebagai Ketua Tanfidiyah dan Rais Aam PBNU periode 2015-2020.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gus Aab menyebut yang ikut dalam pertemuan di Ponpes Tebuireng berjumlah 29 PWNU, 24 di antaranya diwakili ketua. Sedangkan jumlah PCNU mencapai 300-an. Akankah mereka akan mengajukan gugatan hukum hingga berujung ke organisasi baru?

"Pada prinsipnya berkembang saja. Tapi kalau soal organisasi baru, nggak lah. Ini hanya pembelajaran agar jangan sampai pengurus menodai organisasi," jelas Gus Aab.

Karena kecewa, Forum Wilayah NU menolak hasil Muktamar ke-33, meminta pengurus PBNU demisioner menggelar muktamar ulang, dan melayangkan gugatan hukum ke pengurus demisioner. Hal ini perlu dilakukan karena menurut Gus Aab, pelaksanaan muktamar semrawut. Mulai dari registrasi muktamirin hingga sistem pemilihan.

"Ini bukan seperti muktamar NU," tutup Gus Aab.

Desakan Forum Wilayah ini tak direspons Ketua Tanfidiyah terpilih, Said Aqil Siradj. Dalam pidato penutupan, Rabu (5/8), ketua incumbent ini tak menyinggung sedikit pun soal kemungkinan perpecahan pasca-muktamar. Dia hanya memaparkan program-program ke depan. (try/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads