Bebas dari Tuntutan di Brunei, Rustawi Pulang ke Tanah Air Pekan Ini

Bondet di Jemaah Umrah

Bebas dari Tuntutan di Brunei, Rustawi Pulang ke Tanah Air Pekan Ini

Khairul Ikhwan Damanik - detikNews
Kamis, 06 Agu 2015 13:02 WIB
Bebas dari Tuntutan di Brunei, Rustawi Pulang ke Tanah Air Pekan Ini
Jakarta - Setelah dinyatakan bebas karena urung dituntut jaksa Brunei Darussalam, Rustawi Tomo Kabul (63), segera pulang ke Tanah Air. Waktu kepulangan diperkirakan pekan ini.

Fungsi Politik Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bandar Seri Begawan, Andri Said menyatakan, sejak menjadi tahanan luar pada 8 juni lalu, Rustawi tinggal di shelter atau penampungan KBRI. Saat ini juga masih berada di sana.

Nah, seiring dengan kebebasannya, maka Rustawi pun akan pulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam waktu dekat, kemungkinan akhir pekan ini beliau akan kembali ke Tanah Air, dengan didampingi Pejabat Fungsi Konsuler KBRI," kata Andri Said saat dihubungi, Kamis (6/8/2015) siang.

Rustawi akhirnya dibebaskan dari dakwaan membawa bahan peledak setelah jaksa memutuskan untuk menghentikan penuntutan. Langkah ini diambil karena hasil penyelidikan aparat terkait tidak menemukan kaitan Rustawi dengan kegiatan kriminal apa pun.
 
"Jaksa Penuntut Umum dengan dasar Hukum Acara Pidana, mengajukan prosedur yang disebut Nolle Prosequi yaitu pernyataan dari pihak kejaksaan untuk menghentikan penuntutan," kata Andri.

Pengajuan Nolle Prosequi itu disampaikan jaksa dalam sidang yang berlangsung, Rabu (5/8) di Magistrate's Court atau pengadilan di Bandar Seri Begawan. Berdasarkan Nolle Prosequi ini, Rustawi dibebaskan, namun di kemudian hari, bila terdapat bukti-bukti lain terkait, persidangan dapat kembali dimulai.

Rustawi yang berasal dari Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditangkap saat transit dalam perjalanan umrah di Brunei Darussalam Mei 2015 lalu. Di kopernya ditemukan bahan peledak yang biasa disebut bondet.

Bondet itu diletakkan anaknya Sutrisno Abdi alias Cipeng karena sakit hati terhadap sang ayah. Namun bondet itu tak terdeteksi dari bandara awal keberangkatan Rustawi dan rombongan, Bandara Juanda, Surabaya. (rul/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini