Karena kemampuannya mengemudikan kendaraan tempur itu dengan baik, Menteri Susi yang berkacamata warna hitam itu mendapat Brevet dari Komandan Korps Marinir Mayjen Buyung Lalana.
Peristiwa itu berawal saat Menteri Susi datang ke Mako Marinir, Kwitang, Jakpus, Kamis (6/8/2015) dalam rangka menghadiri seminar penyelamatan terumbu karang kerjasama KKP dan Marinir. Dalam acara tersebut, Susi sekaligus mendapat kehormatan diangkat menjadi keluarga besar korps baret ungu itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak menunggu lama, Susi pun tancap gas dengan menjadi sopir tank didampingi oleh personel Marinir. Ia berkeliling halaman Mako Marinir sebanyak 2 kali. Meski sempat sedikit tersendat akibat rem tank yang terlalu cakram, Susi mampu mengemudi ranpur tersebut dengan baik.
"Wah asyik. Nggak (susah), bagus. Cuma remnya agak (memperagakan kesulitan)," ucap Susi.
Dankormar lalu menyematkan brevet kavaleri Marinir ke jaket Susi di atas tank. Menurutnya Susi, memiliki tank merupakan impiannya dulu.
"(Brevet) karena sudah nyupiri tank. Berhasil, tidak nabrak kan. Menterinya Pak Jokowi harus keren," kata Susi.
"Dulu kalau macet di Jakarta pengennya punya tank digeruduk itu (mobil-mobil). kan dulu, namanya orang kampung. Kalau di Pangandaran udah keliling kota, Jakarta 10 menit belum ke mana-mana. Kalau punya tank udah kita babat semua mobilnya," tambah Susi sambil bergurau.
Aksi Susi membuat banyak prajurit Marinir dan tamu undangan tersenyum bahkan ada yang tertawa. Namun tak sedikit yang juga menunjukkan kekaguman atas keberanian Susi.
"(Brevet diberikan kepada Susi) sebagai warga kehormatan kavaleri Korps Marinir. Kavalerinya kavaleri amfibi," tukas Dankormar Mayjen Buyung.
(aan/mad)











































