"Ini kan masih harus dibuktikan apakah Pak Kaligis terlibat dalam kasus penyuapan ini. Ini kan masih harus dibuktikan di pengadilan," kata anggota tim pengacara Kaligis, Afrian Bondjol, Kamis (6/8/2015).
Afrian tak mau banyak menanggapi serangan Gatot dan Evy yang disampaikan melalui pengacara Razman Arief Nasution. Menurut pihak Kaligis, daripada terus menyerang lewat media, lebih baik Gatot dan Evy menyiapkan bukti-bukti pembelaan untuk diuji di persidangan nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, sejak resmi ditahan KPK, Gatot dan Evy kini mulai terus menyerang Kaligis. Bahkan, pada pemeriksaan kemarin, politisi PKS dan istri mudanya itu mulai membuka rincian uang yang diberikan ke Kaligis.
"Hari ini saya hadir kapasitasnya sebagai saksi atas nama OC Kaligis. Pertanyaannya tanya ke penyidik," kata Gatot di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (5/8).
Informasi yang didapat, penyidik menanyakan soal rincian uang yang diberikan Evy ke Kaligis. Penyidik ingin mengkonfirmasi beberapa pengakuan saksi-saksi lain.
Sementara itu, menurut pengacara Gatot dan Evy, Razman Arief Nasution, kliennya memang mulai akan menjelaskan soal peran Kaligis di kasus suap hakim PTUN Medan. Evy akan menjelaskan rincian uang yang diberikan untuk Kaligis.
"Pak OC Kaligis sebenarnya yang punya inisiatif untuk melakukan PTUN bahwa sebenarnya Gatot- Evi tidak setuju dengan PTUN itu," kata Razman.
Razman mengaku heran atas pengakuan Kaligis yang membantah mengenal Evy. Padahal, sudah secara jelas dijelaskan Evy bahwa dia mengenal Kaligis sejak tahun 2002.
"Sangat aneh yang kalau Pak OC Kaligis mengaku tidak mengenal Evy. Kan sudah dijelaskan bahwa Ibu Evy kenal Pak OC sejak tahun 2002, sudah 14 tahun," jelas Razman.
(kha/slh)











































