"Beliau (Zubair) tak pernah mengaku Imam Mahdi. Tapi kalau ada yang mengatakan beliau Imam Mahdi ya terima kasih," kata anggota Himpass, Helmi Yunan, saat dihubungi detikcom, Kamis (6/8/2015).
Helmi menjelaskan saat ini Zubair merupakan ketua Himpass, organisasi yang berdiri 2004 silam, dan berpusat di Stabat, Langkat, Sumatera Utara. Sehari-hari, dia berdakwah. Anggota Himpass tak terlalu banyak tahu pekerjaan pria yang biasa dipanggil 'guru' itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Helmi, Himpass adalah organisasi kepemudaan yang berlandaskan Pancasila dan Alquran. Organisasi ini didirikan dengan tujuan menyatukan golongan pemuda yang diyakini selama ini terpecah belah. Yang diajarkan Zubair murni Alquran.
"Sebelumnya, banyak pemuda yang akhlaknya kurang baik, sejak mengenal beliau (Zubair) jadi baik dan diantara kami timbul kasih sayang. Beliau kemudian dijadikan pemimpin," sebut Helmi.
Zubair dan 10 pengikutnya berangkat ke Arab Saudi dalam rangka umrah pada 4 Juli 2015. Saat salat Id di tanggal 18 Juli, kelompok Zubair mengenakan pakaian hitam-hitam. Padahal di Arab Saudi umumnya yang memakai setelan hitam-hitam adalah perempuan. Dalam pemeriksaan otoritas setempat, Zubair mengaku sebagai Imam Mahdi. Karena pengakuan ini, Zubair diperiksa kejiwaannya. (try/rul)











































