"Di Muhammadiyah hal seperti ini kan biasa," ujar Haedar di arena Muktamar ke-47 di Universitas Muhammadiyah Makassar, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Sulsel,Kamis (6/8/2015).
Dia memandang suara terbanyak yang diperolehnya sebagai beban amanah. Amanah ini harus dibayar dengan membawa Muhammadiyah ke arah yang lebih baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilihan ketum Muhammadiyah akan ditentukan oleh hasil musyawarah 13 PP terpilih. Haedar akan ditanya kesediannya menerima estafet kepemimpinan dari Din Syamsuddin. Jika bersedia, dia akan menjadi ketum. Jika tidak, maka 13 PP akan bermusyawarah lebih jauh. Akankah Haedar bersedia menjadi Muhammadiyah-1?
"Nanti saja," ujarnya.
(tor/erd)











































