Bertemu dengan Saksi Hidup Tragedi Hiroshima, Begini Cerita Pilunya

Laporan dari Jepang

Bertemu dengan Saksi Hidup Tragedi Hiroshima, Begini Cerita Pilunya

Nur Khafifah - detikNews
Kamis, 06 Agu 2015 07:30 WIB
Bertemu dengan Saksi Hidup Tragedi Hiroshima, Begini Cerita Pilunya
Foto: Nur Khafifah
Hiroshima - 70 tahun lalu, Jepang luluh lantak karena bom atom yang diledakkan oleh Amerika Serikat di kota Hiroshima. Ratusan ribu orang meninggal dunia karena menjadi korban langsung letusan bom maupun karena imbas paparan radiasi.

Saat berkunjung ke Hiroshima Memorial Park, bersama rombongan peliput Jambore Dunia, detikcom bertemu dengan Ishi Michiko (77), warga Hiroshima, yang menyaksikan langsung kedahsyatan bom tersebut. Kala itu, umurnya masih 7 tahun.

Dengan suara sendu, Ishi menceritakan momen yang selalu melekat di ingatannya tersebut. Ledakan bom tanggal 6 Agustus di Hiroshima itu membuat semua orang panik berhamburan keluar rumah. Sebagian besar bangunan hancur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya digendong, diselamatkan tetangga, dibawa lari," kata Ishi di Hiroshima Memorial Park, Hiroshima, Jepang, Rabu (4/8/2015).

Selama digendong, ia terus mendongak menatap ke atas karena khawatir ada ledakan bom susulan. Ishi bahkan awalnya tak tahu bagaimana suasana di atas tanah yang ternyata penuh dengan puing bangunan dan mayat.

"Saat itu saya tidak melihat mayat bergelimpangan. Saya terus melihat langit, mengawasi jika ada bom lagi," ujarnya.

Menurut Ishi, saat terjadi pengeboman, ada 8 orang karyawan di dalam gedung perkantoran yang merupakan titik ledakan bom. Namun 7 dari mereka hilang tak ditemukan.

"Yang ketemu cuma 1 orang, ada di seberang sungai," katanya.

Di usianya yang memasuki senja, Ishi masih kerap mendatangi Hiroshima Memorial Park untuk mengenang kembali peristiwa tersebut. Di taman itu masih ada gedung yang menjadi korban ledakan namun masih berdiri hingga saat ini.




Menurut Ishi, gedung tersebut sengaja dibiarkan oleh pemerintah setempat untuk mengenang sejarah terjadinya bom atom Hiroshima tanggal 6 Agustus 1945 dan Nagasaki tanggal 9 Agustus 1945.

Bagian atap telah hancur namun kerangkanya masih utup. Sementara separuh badan gedung masih terlihat bentuknya meski mengalami kerusakan di hampir seluruh sisi.

"Gedung ini sempat akan dihancurkan karena terlalu menyakitkan bagi kami. Namun akhirnya pemerintah memutuskan untuk menjadikannya memorial park sebagai bukti sejarah," tutupnya.

(kff/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads