Dalam sambutannya, KH Ma'ruf Amin menyampaikan syukur dan terima kasih bahwa Muktamar dapat berjalan hingga kini. Ma'ruf juga menyampaikan dan mengingatkan bahwa tantangan yang akan dihadapi NU ke depan akan lebih berat.
"Kami menyadari tanggung jawab ini besar sekali. Apalagi tantangan ke depan semakin besar dan kompleks," kata Ma'ruf dalam sambutannya dalam Sidang Pleno yang digelar di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, Rabu (5/8/2015) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama kali, sungguh tugas yang diberikan oleh para anggota AHWA kepada kami untuk memimpin syuriah NU periode 2015-2020, ini merupakan satu tanggung jawab yang besar yang sebenarnya beban ini terlalu berat bagi kami semua. Tapi karena ini permintaan ulama yang telah dapat mandat dari seluruh cabang dan wilayah, maka dengan segala kerendahan hati dan permohonan sebesar-besarnya atas segala kekurangan, terpaksa karena menerima tugas ini sebagai rasa kepatuhan kami kepada para ulama.
Kami menyadari tanggung jawab ini besar sekali. Apalagi tantangan ke depan semakin besar dan kompleks, baik menyangkut aliran, pikiran, akidah-akidah yang menyimpang, dan berbagai tantangan-tantangan baik ekonomi, politik, sosial, budaya, ini menjadi satu yang menurut kami sangat berat.
Oleh karena itu kami mengajak para ulama Ahlussunnah Wal Jamah (Aswaja) untuk secara bersama-sama kita besarkan, kita kuatkan jamiah NU ini. Pada pengurus nanti yang terbentuk kami ajak kerja lebih keras sesuai tantangan yang akan kita hadapi.
Kita kuatkan akidah aswaja, kita hidupkan secara semarak amalaila nahdliyyah, kita tingkatkan dalam melakukan perbaikan-perbaikan.
Dan tentu saja sebagai Syuriah kami untuk penguatanan kembali, kepemipinnan ulama di NU ini seperti yang digariskan oleh pendiri NU.
Mari kita satukan kembali, saya, ketua kami merasa bersyukur sekali, walaupun awalnya ada ketegangan-ketegangan sebagai bagian dinamika, tapi akhirnya kita kembali bersatu menyatu dan kompak untuk hadapi tugas-tugas yang akan datang. (idh/fdn)











































