PDIP: Aspirasi Serikat Pekerja PT JICT Harus Jadi Perhatian Pemerintah

PDIP: Aspirasi Serikat Pekerja PT JICT Harus Jadi Perhatian Pemerintah

Mega Putra Ratya - detikNews
Rabu, 05 Agu 2015 21:08 WIB
PDIP: Aspirasi Serikat Pekerja PT JICT Harus Jadi Perhatian Pemerintah
Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Serikat Pekerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT) mengadu kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terkait persoalan perpanjangan konsesi JICT. Mereka menuntut pembatalan perpanjangan konsesi karena nilai kontrak jauh lebih rendah dari kontrak periode pertama.

Atas persoalan yang diadukan itu, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto meminta pemerintah untuk menyikapinya secara serius.

"Atas dasar keberatan serikat pekerja tersebut, pemerintah sebaiknya mendengarkan. Terlebih para serikat pekerja menyerukan idealisme yang sejalan dengan Nawacita," kata Hasto Kristiyanto, di Jakarta, Rabu (5/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi PDIP, kata Hasto, pengelolaan pelabuhan merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan ekonomi Indonesia. Karenanya, tidak bisa hanya dilihat secara ekonomi semata. Lebih-lebih kapasitas JICT yang telah meningkat pesat dari 1.4 Juta TEUS menjadi 2.4 juta TEUS.

"Dengan demikian, sebaiknya perpanjangan konsesi JICT tersebut ditunda dulu, dan memberi kesempatan untuk dilakukan audit yang lebih mendalam," ungkap Hasto.

PDIP, lanjut Hasto, juga mengharapkan agar dialog dapat dilakukan untuk memperkuat kedaulatan negara di "gerbang perekonomian" Indonesia tersebut.

Selain itu, kata dia, menteri terkait sebaiknya juga mengambil inisiatif dan menyelesaikan masalah tersebut, dan menjelaskan ke publik terhadap persetujuan Menteri BUMN atas perpanjangan konsesi tersebut.

"Menjadi tanggung jawab Menteri BUMN untuk melaksanakan Nawacita, dan mendorong pengelolaan JICT oleh putra-putri bangsa, daripada menyerahkan ke pihak lain. Lebih-lebih nilai kontrak konsesi tersebut dipandang terlalu rendah," lanjut Hasto.

Ketua Umum Serikat Pekerja PT JICT Nova Sofyan Hakim meminta Dirut Pelindo melakukan penyelesaian dengan baik.

"Dirut Pelindo boleh saja berlindung di balik prosedur atau merasa kuat karena dukungan menteri tertentu, namun upaya tersebut dipastikan tidak berhasil", katanya. (ega/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini