Ada Perempuan Sapa Rian di Twitter Terkait Suaminya Bermasalah Beli Mobil

Ada Perempuan Sapa Rian di Twitter Terkait Suaminya Bermasalah Beli Mobil

Nograhany WK - detikNews
Rabu, 05 Agu 2015 20:45 WIB
Ada Perempuan Sapa Rian di Twitter Terkait Suaminya Bermasalah Beli Mobil
Tersangka AW (Foto: istimewa)
Jakarta - Kasus hilangnya Hayriantira (37), asisten Presiden Direktur PT XL Axiata, terkuak karena pembunuhan. Kasus pembunuhan ini ternyata awalnya berawal dari jual beli mobil.  
 
Di media sosial twitter, ada yang menyapa Rian pada 20 Juli 2015 lalu oleh seorang perempuan yang memiliki akun @MrsThika,"@Riantira tlg keluarlah dr persembunyianmu,tlg suamiku...suamiku kena mslh krn beli mbl kamu & kamu menghilang...tlg kami,Rian...".
 
Baca juga: Kronologi Hilangnya Asisten Cantik Rian Hingga Akhirnya Diketahui Tewas
Siapakah suami yang dimaksud, belum jelas. Namun Polda Metro Jaya merilis kronologi pengungkapan kasus hilangnya Rian ini berawal dari kasus jual beli mobil. Berikut kronologinya:
 
14 April 2015
 
Berawal dari adanya laporan orang hilang dari pihak keluarga atas nama Hayriantira pada hari ini, tim Unit 1 Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap korban.
 
Berdasarkan keterangan keluarga korban diketahui korban tinggal mengontrak di sebuah rumah di kawasan Kelapa Dua, Depok. Tim bersama keluarga mencari korban ke rumah korban, namun korban tidak ada.
 
April-Juli 2015
 
Tim terus melakukan pencarian, sampai akhirnya menemui kebuntuan.
 
Polisi bersama keluarga korban kemudian ke rumah AW dan pada saat yang bersamaan ternyata ada mobil korban di TKP. Keluarga korban dan AW ini sempat cekcok karena persoalan mobil ini.  
 
Namun saat itu AW mengaku bahwa korban memiliki utang sama AW hingga akhirnya mobil tersebut diberikan kepada AW sebagi alat ganti untuk melunasi utang korban. Karena korban belum ditemukan dan AW juga mengaku tidak mengetahui keberadaan korban, kemudian polisi  melakukan pencairan di mana mobil tersebut dikeluarkan.  
 
Dari hasil penyelidikan, didapatlah bahwa korban membeli mobil tersebut di sebuah showroom di kawasan Depok. Kemudian polisi dan keluarga korban melakukan pengecekan ke show room tersebut dan ternyata BPKBnya sudah diambil oleh seseorang berinisial AW tadi. Seharusnya pengambilan BPKB itu dilakukan oleh pemiliknya langsung.  
 
Ternyata dari pihak showroom memperlihatkan bahwa ada seseorang mengaku bernama AW yang diberikan kuasa oleh korban mengambil mobil tersebut. Melihat ada keganjilan, polisi kemudian mengirimkan surat kuasa tersebut ke Labfor untuk mengecek keaslian tanda tangan korban.
 
Kemudian dari CCTV di hotel juga ada terlihat mobil korban keluar dari hootel tersebut dengan menggunakan pelat nomor palsu.  
 
9 Juli 2015
 
Tersangka AW barus bisa ditangkap di rumahnya karena kasus pemalsuan.
Halaman 2 dari 1
(nwk/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini