"Aku saat itu (pensiun dari jabatan) sudah settle di swasta," ungkap Risma sambil tersenyum di balai kota Surabaya, Rabu (5/8/2015).
Di luar negeri atau tetap di Surabaya, Bu Risma? " Ada lah. Pokoknya ada lah," jawab perempuan kelahiran Kediri itu sambil tersenyum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara terkait Pilkada, Risma mengaku terus berkoordinasi dengan calon pasangannya, Whisnu Sakti Buana, dan partai pengusung, PDIP. Dia minta Whisnu menunggu apakah Pilkada jadi ditunda atau tidak.
"Saya sampaikan ke Mas Whisnu, ati-ati. Jangan sampai melakukan transaksi apapun dan semua harus sesuai aturan. Itu yang terus sampaikan sejak awal sampai saat ini," ujar Risma.
Jika pilkada Surabaya ditunda 2017, apakah Bu Risma akan mencalonkan diri? Risma tak menjawab pasti. Ia mengatakan tidak tahu dan nanti akan memikirkannya.
Pilkada Surabaya ditunda karena salah satu bakal calon, Haries Purwoko, mendadak menghilang di KPU di sela pendaftaran, Senin (3/8). Akibatnya, pendaftaran tak bisa diproses KPU. Risma-Whisnu pun jadi calon tunggal, sehingga sesuai Peraturan KPU, pilkada ditunda. (ze/try)











































