Cerita Anggota Pramuka Swaziland Tentang Negaranya yang Tak Banyak Dikenal

Laporan dari Jepang

Cerita Anggota Pramuka Swaziland Tentang Negaranya yang Tak Banyak Dikenal

Nur Khafifah - detikNews
Rabu, 05 Agu 2015 15:03 WIB
Cerita Anggota Pramuka Swaziland Tentang Negaranya yang Tak Banyak Dikenal
Jambore Dunia (Foto: Nur Khafifah)
Jakarta - Ricardo (16), mengaku sangat bangga bisa mewakili negaranya menghadiri Jambore Pramuka Dunia ke-23 di Jepang. Warga negara Swaziland ini penuh semangat menceritakan negaranya kepada teman-teman barunya di jambore.

Ricardo mengaku belum menemukan teman yang pernah berkunjung ke negaranya. Bahkan menurutnya, banyak anggota pramuka dari negara lain yang belum mengetahui di mana letak Swaziland.

"Mereka (teman-teman pramuka) mengira Swaziland adalah Switzerland. Ini berbeda," ucap Ricardo di Bumi Perkemahan Kirarahama, Yamaguchi, Jepang, Kamis (5/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anda tahu Swaziland? Negara yang indah. Kami memiliki raja bernama Mswati," imbuhnya.

Ricardo menjelaskan, negaranya dihuni oleh 1 juta penduduk yang tersebar di 4 provinsi. Ia terlihat kaget saat mengetahui Indonesia memiliki jumlah penduduk lebih dari 260 juta orang.

"Wow, negara yang besar," kata pria berkulit gelap ini berdecak kagum.

Ricardo kemudian melanjutkan penjelasannya. Meski dipimpin raja, pemilihan kepala provinsi dilakukan secara voting. Sehingga menurutnya, negaranya juga menganut sistem parlementer. Warga Swaziland memiliki 3 bahasa resmi, yaitu Swazi atau Siswati, Bahasa Inggris dan Perancis.

Ricardo berangkat mengikuti Jambore Dunia bersama 9 orang temannya dan beberapa pembina. Jumlah yang cukup sedikit, mengingat rata-rata masing-masing kontingen mengirimkan ratusan peserta, seperti misalnya Indonesia yang mengirimkan 465 orang. Namun ada juga negara lain yang mengirimkan peserta di bawah 100 orang.

Jambore Dunia merupakan ajang perkumpulan para anggota pramuka berusia 14-17 tahun. Kegiatan ini dilakukan setiap 4 tahun sekali. Tahun ini, jambore dilaksanakan selama 12 hari yaitu dari tanggal 28 Juli hingga 8 Agustus 2015 di Bumi Perkemahan Kirarahama, Yamaguchi, Jepang. Sekitar 33.000 orang peserta dari 150 negara bergabung dalam pesta pramuka ini. (kff/slh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads