Ia menyatakan bukan tak mungkin anak-anak yang mendapat pendidikan dan pembinaan di LPKA nantinya menjadi orang-orang penting dan pemimpin bangsa yang lebih baik dibandingkan anak-anak yang bersekolah di luar LPKA.
Hal itu disampaikan Yasonna saat meresmikan LPKA dan LPAS (Lembaga Penempatan Anak Sementara) di LPKA Bandung, Jalan Arcamanik, Rabu (5/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan perlakuan pada anak-anak yang berhadapan dengan hukum menjadi penting untuk kepentingan terbaik masa depan mereka. "Dibutuhkan sinergitas dari seluruhnya supaya ini berhasil. Ini bukan hanya tanggungjawab kemenkumham, namun juga penegak hukum, akademisi dan orang tua anak yang bersangkutan," katanya.
Yasonna pun menitipkan Kepala LPKA Bandung supaya bisa menempa anak-anak menjadi pribadi yang berkarakter dan berbudi pekerti sehingga saat kembali ke masyarakat mereka dapat menjadi manusia yang lebih baik.
"Kurikulum yang diberikan haruslah meningkatkan disiplin dan budi pekerti. Titip pada Kalapas supaya anak-anak ini displin. Seperti di boarding school-lah," jelasnya.
Ia mencontohkan, untuk membentuk disiplin tinggi, perlu dibuatkan jadwal di mana sejak pagi anak-anak sudah dilatih mental dan kesamaptaannya.
"Misalnya kita undang dari kepolisian untuk mendidik dari mulai lari atau push up sebelum sekolah. Lalu sorenya belajar baris berbaris lagi," tuturnya.
Dengan membangun kedisiplinan tinggi, Yasonna percaya bukannya tidak mungkin anak-anak di LPKA akan menjadi pribadi yang berkarakter hingga kemudian menjadi pemimpin bangsa.
"Bukan tidak mungkin dari LPKA ini akan lahir anak yang lebih disiplin dari anak yang sekolah di luar. Bahkan menjadi pemimpin di negeri ini," katanya lagi. (tya/ern)











































