"Kelihatannya yang masuk ke jalur khusus itu cukup membantu mengurangi kepadatan di arterinya," kata Kepala Divisi Lalu Lintas PT Jalan Tol Lingkarluar Jakarta (JLJ) Saut Sitorus kepada detikcom, Rabu (5/8/2015).
Saut mengatakan pihaknya pada tahun 2014 lalu sudah melakukan survei terkait jalur khusus ini. Selain itu pernah juga dilakukan uji coba selama 1 bulan yakni Oktober 2014, dan hasilnya waktu tempuh kendaraan berkurang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saut mengatakan dengan adanya jalur khusus ini maka kendaraan yang menumpuk di jalan alteri depan Citos karena ada pelebaran jalan bisa agak dikurangi. Dia berharap proyek pelebaran jalan bisa cepat selesau sehingga lajur di arteri yang semula hanya ada 2 bisa bertambah menjadi 3.
"Diharapkan nanti di depan Citos ada 3 lajur, sekarang kan 2 lajur.Kalau 3 lajur kendaraan mengalir lebih baik lagi dan tidak terjadi antrean," kata Saut.
Saat ini sedang diadakan pelebaran jalan oleh Balai Besar Pekerjaan Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pelebaran jalan yang dilakukan memiliki lebar 1,5 meter dengan panjang 600 meter.
Untuk mengurangi kemacetan akibat proyek ini, kendaraan dibolehkan melalui Tol JORR dengan gratis sepanjang kira-kira 400 meter dan akan keluar di depan showroom Lamborghini, sebelum Jalan Antasari. Jalur alternatif tersebut akan berlaku sejak 2 Agustus hingga bulan Desember 2015. (slm/nwk)










































