Â
"Pilih yang terbaik untuk NU ke depan. Jika perlu salat istikharah dahulu," kata Kiai Miftah usai menghadiri konferensi pers di Media Center Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di SMA Negeri 1 Jombang, Jawa Timur, Rabu (5/8/2015).
Kiai Miftah enggan menjawab dengan jelas saat ditanya sosok yang tepat untuk memimpin NU lima tahun ke depan. Namun begitu, Miftah yang dikenal sebagai pengusul AHWA untuk pemilihan Rais Aam itu menilai kepemimpinan KH Said Aqil Siraj telah bagus dalam memimpin NU lima tahun ke kebelakang.
Â
"Sudah kelihatan hasilnya, tinggal meneruskan saja. Yang baik diteruskan, kalau bisa ditingkatkan, yang tidak baik ya harus ditinggalkan," ujarnya.
Selain itu, Miftah juga menyayangkan adanya
kampanye hitam ke beberapa kandidat Ketua Umum Tanfidziyah PBNU, termasuk ke KH. Said Aqil Siroj. Menurut Miftah, bukan watak orang NU melakukan hal-hal negatif.
Â
"Yang membuat rusuh, melakukan kampanye hitam, pasti bukan orang NU. Orang NU asli punya hormat ke kiai yang sangat besar, tidak mungkin menjelek-jelekkan kiainya," tegas Kiai Miftah.
Â
(idh/erd)











































