"Macet itu biasanya pagi karena lalu lintasnya padat. Pas dibilang lancar pada masuk sini semua, memang datanya lalu lintas naik." kata Kepala Divisi Lalu Lintas PT Jalan Tol Lingkarluar Jakarta (JLJ) Saut Sitorus kepada detikcom, Rabu (5/8/2015).
Saut menjelaskan sejak JORR tersambung dengan Ulujami-Tangerang banyak kendaraan baik golongan non 1 atau golongan 1 seperti mobil dan truk memilih untuk masuk JORR. Sehingga volume kendaraan meningkat dan terjadi kemacetan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saut berharap di Tol JORR bisa diatur jam-jam masuk kendaraan seperti di Tol Dalam Kota agar di pagi hari kemacetan bisa berkurang. Misalnya dengan diberlakukan jam khusus untuk truk-truk besar.
"Kalau diatur (jamnya) itu akan baik, cuma perlu bantuan banyak pihak," ujarnya.
Menurut Saut sistem kanalisasi truk di Cikunir KM 42 sempat diberlakukan selama dua bulan pada Maret-April. Saat itu ekor kemacetan yang biasanya pagi hari ada di km 38 berkurang menjadi km 34. Namun semakin hari jumlah kendaraan yang masuk JORR terus meningkat dan sistem ini menjadi tidak efektif sehingga dihentikan.
"Makin ke sini semakin panjang lagi dan hampir sama macetnya dan sudah tidak efektif lagi kita kerjakan. Kita berharap bisa dilakukan seperti di Tol Dalam Kota (pembatasan jam kendaraan besar), " katanya. (slm/mad)











































