Bruk! Menkum HAM Robohkan Pagar LP Anak Bandung sebagai Tanda Peresmian LPKA

Bruk! Menkum HAM Robohkan Pagar LP Anak Bandung sebagai Tanda Peresmian LPKA

Tya Eka Yulianti - detikNews
Rabu, 05 Agu 2015 11:29 WIB
Bruk! Menkum HAM Robohkan Pagar LP Anak Bandung sebagai Tanda Peresmian LPKA
Foto: Tya Eka Yulianti
Bandung - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly meresmikan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di seluruh Indonesia, Rabu (5/8/2015). Secara simbolis, sebelum peresmian dilakukan Yasona didampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Yohana Susana Yembise serta Wagub Jabar Deddy Mizwar merobohkan pagar pembatas yang berada di kompleks Lapas Anak di Jalan Arcamanik Bandung.

Yasonna membuka kunci kemudian mendorong pagar yang sebelumnya telah dilepas engsel-enselnya itu hingga pagar berwarna biru itu ambruk ke tanah. Perobohan pagar menjadi simbol robohnya paradigma lama penanganan anak yang berhadapan dengan hukum.

Dari 33 LPKA yang diresmikan tersebut 7 merupakan LPKA Klas I dan 26 LPKA Klas IIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 18 diantaranya merupakan perubahan dari Lapas Anak yang telah ada, sementara 15 LPKA untuk sementara masih ditempatkan di lapas atau rutan dewasa sambil menunggu LPKA dibangun secara bertahap di seluruh Indonesia.

Di LPKA, anak akan mendapatkan pendidikan, latihan keterampilan dan pembinaan sesuai dengan kebutuhan mereka. Pendidikan di LPKA akan berlangsung pendidikan formal yang terdiri dari pendidikan wajib belajar 9 tahun (SD-SMP) dan SMA atau SMK.

Selain LPKA, Menkum HAM juga meresmikan Lembaga Penempatan Anak Sementara (LPAS).

LPKA dan LPAS ini diresmikan sebagai komitmen pemerintah atas pemberlakuan UU Sistem Peradilan Pidana Anak No 11 Tahun 2012. UU baru ini mengedepankan keadilan restoratif dan proses diversi yang dimaksudkan untuk menghindari dan menjauhkan anak dari proses peradilan yang kerap menimbulkan stigmasi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum. Sehingga diharapkan mereka dapat kembali ke lingkungan sosialnya secara wajar.

"Saya sungguh bahagia menjadi saksi perubahan perlakuan terhadap anak yang berhadapan dengan anak. Ini adalah buah rangkaian panjang untuk memberikan kepentingan terbaik bagi anak supaya menjalani hidup secara baik dan benar," katanya. (tya/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads