Polisi menjemput Sofyan, seorang napi dari Lapas Cirebon, pada Senin 3 Agustus lalu. "Ada pemeriksaan. Kita kerjasama dengan kepolisian. Dia bermain atas bantuan petugas atau dia sendiri. Itu nanti tergantung hasil pemeriksaan," kata Plt Dirjen Pemasyarakatan Makmun saat dihubungi detikcom, Rabu (5/8/2015).
Dijelaskan Makmun, pemeriksaan terhadap petugas Lapas Cirebon tengah berjalan. Dia tidak akan segan menindak jika ada petugas lapas yang terbukti membantu Sofyan dan tahanan lainnya mengendalikan narkoba dari dalam penjara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makmun tak menampik masih ada petugas lapas di Indonesia yang mau menerima suap dari tahanan yang ingin memuluskan aksi mengendalikan bisnis narkoba dari balik jeruji. Namun jumlahnya dia nilai masih kecil.
"Masih terjadi, iya. Tapi jumlahnya minim. Tapi bukan berarti mentolerir, kita terus berupaya menutup dengan berbagai upaya seperti lewat edaran, briefing, apel, kunjungan langsung, dan lain-lain. Sudah banyak juga petugas yang diberi sanksi," imbuk Makmun.
(hri/aan)











































