"Itu yang saya katakan kan, gimana enggak kebakar, orang tinggal di bawah kolong, bakar sampah, rumah-rumah liar yang triplek, listrik seenaknya. Jadi saya kalau menggusur mereka ke rusun bukan karena jahat tapi (mencegah) bahaya kebakaran, kehilangan nyawa dan harta," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2015).
"Kenapa sih enggak mau dorong masuk ke rumah susun? Wong rumah susun enggak nyewa loh, program cuma Rp 5-15 ribu, ada juga yang Rp 10 ribu sehari," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enggak cukup kalau kamu yang pelihara itu kalau di rumah satpam jagain, biaya administrasi, buang sampah, ngecat, perbaikin pintu dan segala macam yang rusak itu kami tanggung 80 persen. Jadi kalau warga yang kita dorong ke rusun masih ngotot, umumnya itu warga yang nyewain," terang dia.
"Dia punya petak gitu loh. Itu saja," tutup Ahok.
Sebelumnya, kebakaran melanda permukiman dekat Pasar Gembrong semalam. Menurut salah seorang petugas Sudin Damkar, Joko, api merembet ke sejumlah toko di pasar. Untuk penyebab kebakaran sendiri belum diketahui. (aws/hri)











































