Cara Unik Santri NU Kenang Masuknya Islam ke Nusantara

Muktamar NU ke-33

Cara Unik Santri NU Kenang Masuknya Islam ke Nusantara

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 04 Agu 2015 17:40 WIB
Cara Unik Santri NU Kenang Masuknya Islam ke Nusantara
Foto: Enggran Eko Budianto
Jakarta - Sebuah minatur kapal terbuat dari bambu berdiri di pameran kesenian yang digelar di asrama putri Ponpes Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur. Tak sembarang perahu, miniatur tersebut merupakan Bahtera NU yang dibuat oleh kelompok seniman asal Yogyakarta.

Banyak pesan yang ingin disampaikan para seniman melalui miniatur bahtera ini. Salah satunya menggambarkan NU sebagai ormas yang diharapkan mampu membawa umatnya menjadi lebih baik seperti Bahtera Nabi Nuh.
 
Bahtera NU ini berdiri tepat di depan Masjid Ulul Albab asrama putri Ponpes Tebu Ireng, Jombang sejak 29 Juli lalu. Kelompok seniman Garda Belakang Yogyakarta yang membuatnya. Sebuah bendera NU berwarna cokelat yang terpasang pada tiang bambu di atas dek kapal mini ini menjadi simbol identitas bahtera tersebut.
 
Salah seorang seniman yang tergabung dalam Garda Belakang, Awaludin Gufidollah Ma'arif mengatakan, miniatur Bahtera NU berukuran 8x3 meter setinggi 2,5 meter itu terbuat dari ratusan batang bambu. Setidaknya 250 batang bambu habis untuk membuat miniartur perahu yang dikerjakan 5 orang seniman dalam waktu sebulan itu. Lantas apa makna miniatur perahu tersebut?
 
Awaludin menjelaskan, sejarah mencatat perahu merupakan satu-satunya alat transportasi yang digunakan para ulama dari Arab untuk menyebarkan Agama Islam ke nusantara melalui cara perdagangan. Tanpa kapal, niscaya Islam tidak akan pernah masuk ke Indonesia. Dengan begitu, NU sebagai ormas Islam dengan massa terbesar di tanah air niscaya tidak akan pernah ada.
 
"Pesan yang ingin kami sampaikan jangan melupakan sejarah yang pernah terjadi di Indonesia, Islam masuk ke Indonesia melalui perdagangan oleh bangsa Arab. Kami memaknai tanpa kapal Islam pasti tidak akan masuk ke Indonesia," kata Awaludin kepada detikcom, Selasa (4/8/2015).
 
Sejak dipajang 29 Juli lalu di arena pameran kesenian Ponpes Tebu Ireng, Bahteran NU menjadi tontonan para pengunjung. Miniatur kapal yang salah satunya mengadopsi model Bahtera Nabi Nuh ini bisa dinaiki pengunjung melalui lubang yang berada di bagian bawahnya. Sejumlah pengunjung pun menggunakan bahtera ini untuk sekedar berfoto.
 
Pembuatan Bahtera NU ini, lanjut Awaludin, tak hanya bertujuan untuk menyampaikan pesan kepada warga Nahdliyin agar tidak melupakan bagaimana sejarah Islam masuk ke bumi nusantara. Pesan lain yang ingin disampaikan adalah terkait dengan NU sebagai ormas terbesar di Indonesia.
 
Ibarat sebuah bahtera, para seniman ini berharap agar NU mampu membawa umatnya menjadi lebih baik di masa mendatang. Seperti Bahtera Nabi Nuh yang mampu menyelamatkan umat dari bencana alam dahsyat. Hal itu juga sesuai dengan tema Muktamar NU ke 33 yang ingin meneguhkan Islam Nusantara untuk peradaban Indonesia dan dunia.
 
"Yang kami harapkan, NU tetap bisa membangun Indonesia, tidak melupakan sejarah Islam di bumi nusantara," pungkasnya.

(erd/erd)


Berita Terkait