"Dengan mengirim secara intensif secara teratur dan dengan jumlah yang lebih besar adalah kita belajar ke luar negeri sehingga teknologi, daya saing, informasi kita sejajar dengan bangsa lain. Jumlahnya tentu ada batasnya tapi kita selalu tingkatkan," kata Jusuf Kalla usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Rabu (4/8/2015).
Ia mengatakan anggaran untuk beasiswa ini terus meningkat dengan seleksi yang terus diperketat. Hasilnya, dari 1500 yang mendaftar hanya 7 persen yang dinyatakan lulus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau anda tidak belajar keras, kasihan yang memberikan beasiswa anda, maka anda harus belajar keras, anda berutang kepada negara, anda bayarnya bukan dengan uang tapi prestasi, daya saing, kemampuan, produktivitas," pungkasnya.
(bil/erd)










































