"Aku nggak merasa dirugikan. Dikira enteng opo dadi Wali Kota Surabaya? Abot. (Dikira enteng apa jadi Wali Kota Surabaya? Berat)," kata Risma kepada wartawan di sela-sela pertemuan dengan Menteri PANRB Yuddy Chrisnandi, di kantor KemenPANRB, Jl Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2015).
Risma tak mau bicara panjang lebar soal penundaan Pilwalkot Surabaya. Meski banyak pihak yang menganggap ada skenario politik mengganjalnya, Risma bahkan tak mau bicara soal Perppu calon tunggal yang didorong sebagai solusi menyelamatkan pilkada serentak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku ndak ngerti. Aku ndak tahu," sambung Risma soal ditanya soal isu adanya boikot dan skenario besar mengganjal dirinya.
Jika Risma tak merasa dirugikan dengan adanya skenario besar itu, lalu bagaimana dengan masyarakat Surabaya yang bakal kehilangannya untuk sementara waktu?
"Masyarakat Surabaya bisa nentukan nasibnya," jawab Risma tegas.
(van/try)











































