Pembahasan Tatib Pemilihan Rois Aam PBNU Berlangsung Tertutup

Muktamar NU ke-33

Pembahasan Tatib Pemilihan Rois Aam PBNU Berlangsung Tertutup

Rois Jajeli - detikNews
Selasa, 04 Agu 2015 13:59 WIB
Pembahasan Tatib Pemilihan Rois Aam PBNU Berlangsung Tertutup
Foto: Idham Khalid
Jombang - Sidang komisi organisasi Rois Syuriah tentang pembahasan tata tertib pemilihan Rois Aam PBNU di Ponpes Mambaul Ma'arif, Denanyar, Jombang, dilarang diliput media. Larangan tersebut juga berlaku bagi sidang komisi organisasi tanfidziyah.

Kebijakan panitia melarang peliputan sidang komisi organisasi ini berbeda dibandingkan dengan komisi lainnya seperti batsul masail atau yang digelar di luar Ponpes Mambaul Ma'arif.

Dari pantauan detikcom, Selasa (4/8/2015) penjagaan berlapis dari Banser di arena sidang komisi organisasi Rois Syuriah maupun tanfidziyah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski ada yang membawa id card peserta, mereka dilarang masuk oleh banser. Kemudian diarahkan untuk regristrasi ke tenda panitia. Bagi yang lolos registrasi, peserta diperbolehkan masuk ke ruang sidang sesuai posisi jabatannya di NU sebagai Rois Syuriah atau tanfidziyah.

Sedangkan wartawan yang ingin meliput suasana sidang komisi, juga tidak diperkenankan masuk.

"Nggak boleh," ujar orang yang berjaket banser dan tertulis nama dadanya Saleh, yang langsung nyelonong pergi.

Larangan peliputan oleh media juga dibenarkan panitia lokal Ponpes Mambaul Ma'arif bidang media dan publikasi. Bahkan, ketika ada wartawan yang sudah berada di lokasi sidang, juga diminta panitia meninggalkan arena sidang komisi.

"Instruksi dari panitia daerah, memang tidak boleh diliput, karena memang komisi ini sifatnya rahasia. Kami hanya menjalankan instruksi dari panitia daerah," ujar Abdul Basith Koordinator Panitia Lokal Pondok Bidang Media dan Publikasi.

Dari informasi yang dihimpun, rapat sidang komisi organisasi Rois Syuriah yang dimulai sekitar pukul 10.30 wib itu berjalan alot. Pasalnya, terjadi pro kontra tentang pemilihan Rois Aam PBNU melalui sistem Ahlul Halli Wal Aqdli (AHWA).

Ketua Panitia Daerah Muktamar ke 33 NU di Jombang Saifullah Yusuf mengaku belum mendapat kabar tentang alasan panitia daerah melarang wartawan meliput sidang komisi organisasi Rois Syuriah maupun tanfidziyah. Pria yang akrab disapa Gus Ipul menyampaikan masih dicek dulu.

Ketika ditanya, apakah betul  alasannya tidak boleh diliput karena sidang komisi nanti akan langsung memutuskan pemilihan Rois Aam. Lagi-lagi pria asal Pasuruan yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur ini mengaku masih mengeceknya.

"Sabar,  saya cek dulu," katanya melalui pesan singkat (SMS).

(roi/erd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini