Sutradara, Musisi Hingga 'Tukang Ojek' Curhat ke Presiden Jokowi

Sutradara, Musisi Hingga 'Tukang Ojek' Curhat ke Presiden Jokowi

Mega Putra Ratya - detikNews
Selasa, 04 Agu 2015 12:18 WIB
Sutradara, Musisi Hingga Tukang Ojek Curhat ke Presiden Jokowi
Foto: Mega Putra Ratya
Jakarta - Presiden Jokowi pagi ini berdialog dengan para pelaku di industri kreatif. Para pelaku industri kreatif tersebut menyampaikan unek-unek hingga masukan kepada pemerintah.

Acara Dialog Komunitas Kreatif ini digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang, Selasa (4/8/2015). Presiden Jokowi didampingi oleh Kepala Badan Kreatif Triawan Munaf, Menkominfo Rudiantara, Menperin Saleh Husin dan Plt Gubernur Banten Rano Karno.

Lucky Kuswandi, seorang sutradara mengawali dialog dengan menyampaikan kondisi industri perfilman Indonesia saat ini. Lucky berharap pemerintah membuat regulasi yang bisa menguntungkan para pelaku industri film.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita punya dua masalah, infrastruktur dan image. Penyebaran bioskop tidak merata. Kita harus bersaing merebut layar dengan produk impor," ungkap Lucky.

Lucky juga menilai ada masalah image dengan film Indonesia. Sebab hal itu terlihat dari minat nonton film kurang. Diperlukan rebranding dan peningkatan SDM di bidang film untuk membangkitkan perfilman Indonesia.

"Kesimpulannya ditunggu intervensinya," harap Lucky.

Menanggapi hal itu, Jokowi mengakui industri film harus ditingkatkan dan budaya menonton harus didorong. Jokowi berjanji akan menyiapkan regulasi yang mendukung industri tersebut yang juga bisa menarik investasi.

Jokowi juga berharap bioskop-bioskop bisa menyebar secara merata di seluruh Indonesia. Namun bioskop tersebut harus variatif dan mampu menjangkau hingga masyarakat kelas bawah.

"Saya catat, saya tidak ingin menyampaikan banyak, kita akan siapkan regulasi yang mendukung, saya yakin dengan pasar kita yang besar ini menarik investasi," tegas Jokowi.

Jokowi juga sempat berdialog dengan CEO Go-Jek, Nadiem Makarim. Nadiem memberi saran kepada pemerintah agar fokus pada software (perangkat lunak) development.

Jokowi pun menanggapi positif saran tersebut. Ia menginginkan seluruh kegiatan di sektor informal, misalnya petani atau nelayan juga dilengkapi dengan gadget yang memiliki software pendukung pekerjaan mereka.

"Hampir semua nelayan pegang handphone. Sehingga aplikasi untuk ketahui cuaca dan tempat ikan bagaimana. Petani juga bisa diinfokan cuaca, terkait penanaman. Juga berkaitan dengan harga cabai, beras, jagung semua bisa tahu. Itu bisa bantu yang kecil-kecil ini bisa terangkat," ucap Jokowi.

Dewi 'Dee' Lestari mewakili penulis dan industri percetakan berharap pemerintah menghapuskan PPn 10 persen untuk buku. Penulis novel ini juga meminta pemerintah memberi insentif bagi penyebaran buku.

"Insentif buku lokal, terutama di luar jawa, baik kultur penulis maupun harga buku. Di luar jawa buku bisa lebih mahal," harapnya.

Sementara itu musisi Yovie Widianto menawarkan konsep Raya Indonesia. Di mana setiap wilayah ada musisi yang menjadi mentor untuk masyarakat dari dari Sabang hingga Merauke.

"Di Maluku ada Glen Fredly, di Aceh ada tompi, di Jakarta Raisa (Andriana) untuk jadi mentor," jelasnya.

Ratna Riantiarno dari Teater Koma berharap pemerintah menyediakan gedung-gedung kesenian yang layak. Jokowi kembali menegaskan bahwa pemerintah komitmen mendukung anggaran untuk perkembangan industri kreatif.

"Mudah-mudahan industri kreatif berkembang baik, pemerintah komitmen dukungan anggaran, dengan ini kita harapkan industri kreatif memberikan manfaat," tutupnya. (mpr/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads