"Ini Go-Jek masih kejar-kejaran sama ojek?" Jawab Jokowi yang disusul tawa para hadirin saat berdiskusi dengan CEO Go-Jek Nadiem Makarim saat meresmikan gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE) di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan.
"Saya kira Go-Jek memang sangat bagus dan kreatif sekali, dengan sistemnya bisa membantu banyak ojek di Jakarta dan daerah lain," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi masih banyak sekali di desa-desa, kecamatan, warung-warung kecil itu tidak bisa dikoneksikan dengan aplikasi seperti itu, begitu juga dengan nelayan," ujar Jokowi.
Sebelumnya, CEO Go-Jek curhat ke Jokowi tentang tiga hal. Pertama, Nadiem berharap pemerintah punya mindset alias pola pikir yang sedikit berbeda, misalnya dari dulunya wasit menjadi pelatih, dari regulator menjadi inkubator, dan dari pengawas menjadi sahabat.
Kedua, Nadiem mengaku para pelaku industri teknologi sekarang harus berkompetisi luar biasa dengan perusahaan dengan pendanaan jutaan dolar dari perusahaan global
"Ini benar-benar membuat kami sedikit mencari celah untuk meningkatkan profit agar kami bisa berkompetisi. Diharapkan lebih banyak insentif yang diberikan kepada perusahaan aplikasi dan e-commerce di Indonesia," katanya.
Sementara yang ketiga, Nadiem mengatakan perusahaannya bergerak di sektor teknologi yang perubahannya jauh lebih cepat dari industri lain.
(mkl/dra)











































