Para Petahana Tanpa Tanding Jelang Pilkada Serentak 2015

Para Petahana Tanpa Tanding Jelang Pilkada Serentak 2015

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Selasa, 04 Agu 2015 09:55 WIB
Para Petahana Tanpa Tanding Jelang Pilkada Serentak 2015
Foto: Budi Sugiharto
Jakarta - Pilkada di tujuh wilayah ditunda pelaksaannya hingga 2017 lantaran hanya ada calon tunggal. Sebagian besar di antaranya merupakan petahana yang dianggap memiliki banyak dukungan sehingga seolah ditakuti lawan politiknya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, Selasa (4/8/2015) pasangan petahana dari Kota Mataram, NTB yakni Ahyar Abduh - Mohan Roliskana. Kali ini mereka diusung oleh NasDem, Hanura, PKS, PAN, PKPI, PPP, dan PBB.

Pasangan ini sebenarnya diusung Partai Golkar. Namun, pasangan ini jadi gagal karena calon pasangan lain yaitu Salman - Jana Handiyana dalam menit terakhir jelang pendaftaran bersama parpol pengusung yang memaksakan pendaftarannya agar bisa diterima.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kiprah Ahyar Abduh sebagai Wali Kota memang tak begitu terdengar di pemberitaan nasional. Namun pada tahun 2014 dirinya berhasil meraih sertifikat penghargaan dari Kementerian Kesehatan atas prestasi mengurangi angka malaria di kota tersebut. Seperti diketahui NTB memang salah satu daerah yang banyak terdapat nyamuk malaria.

Kemudian ada pula di Tasikmalaya, Jawa Barat yakni pasangan Uu Ruzhanul Ulum dan Ade Sugianto yang diusung PDIP, PPP, Golkar, PAN, dan PKS. Dari segi partai pengusung, semuanya memiliki basis masa yang kuat di Tasikmalaya.

Pasangan ketiga berasal dari Samarinda, Kalimantan Timur yakni Syaharie Jaang dan Nusyirwan Ismail yang diusung Demokrat, NasDem, dan Gerindra. Di bawah kepemimpinan Syaharie memang Kota Samarinda pernah meraih penghargaan pemberantasan korupsi pada tahun ini.

Lalu ada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang tak diragukan lagi kiprahnya dengan memborong berbagai penghargaan hingga berhasil menghilangkan prostitusi di Gang Dolly yang legendaris itu. Kembali berpasangan dengan Wisnu Sakti dengan diusung PDIP dan Nasdem terbukti membuat 'Majapahit runtuh'.

Koalisi Majapahit yang digawangi PKB terbukti tak mampu memunculkan lawan untuk melawan Risma. Sementara itu ada pula pasangan yang diusung PD dan PAN yakni Dhimam-Haries yang akhirnya batal melawan Risma. Entah apa sebabnya, di menit terakhir tiba-tiba bakal calon Wakil Walikota Haries menghilang secara misterius setelah menerima telepon.

"Saya bingung kenapa dia tiba-tiba pergi. Saya nggak tahu maunya apa. Tapi tadi saya telepon, ada beberapa alasan yang disampaikannya," ujar Dhimam saat berbincang dengan detikcom, Senin (3/8/2015) malam. (bag/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads