"Ada cerita, sewaktu saya memimpin Jawa Tengah, teman di DPRD Provinsi ada bilang gini, 'Pak Dahlan kok teman Muhammadiyah yang di DPRD telmi, itu gimana?'. Gimana nggak telmi, lah nggak punya bekal kok. Cuma punya bekal massa sehingga masuk," tutur Dahlan kepada wartawan di arena Muktamar ke-47 di Universitas Muhammadiyah Makassar, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Sulsel, Selasa (4/8/2015).
Dahlan menjabat Ketua Umum Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah periode 2000-2005. Mengenang cerita tersebut, Dahlan Rais menilai Muhammadiyah perlu aktif memberikan bekal kepada kader-kadernya yang terjun ke panggung politik.
"Dunia dakwah dan politik itu berbeda. Oleh karenanya, idealnya ada pelatihan untuk kader politik," ujar adik Amien Rais ini.
Dahlan mengusulkan Muhammadiyah mengadakan pelatihan berkala untuk kader-kadernya yang terjun ke panggung politik. Selain memberi bekal untuk si kader, pelatihan ini juga bisa memperat tali ikatan antara Muhammadiyah dengan kadernya.
"Kita kan punya banyak pelatihan-pelatihan lain, perlu juga kita selenggarakan pelatihan bidang politik," ulas Dahlan. (tor/dhn)











































