Dalam penyampaiannya, KH Said tampak lebih menekankan pada bidang perdamaian dunia dan sosial. Said menjelaskan, PBNU sudah menjalankan program anti radikalisme, juga membuat lajnah dan badan otonom NU di luar negeri, selain pembentukan pengurus cabang istimewa yang baru.
"Beberapa negara seperti Hong Kong, Korea Selatan, dan Belanda sudah terbentuk dan berjalan. Ini sebagai salah satu upaya menangkal paham radikalisme terhadap umat Islam di dunia," kata Said dalam paparannya di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, Senin (3/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PBNU juga terus kampanye kesetaraan gender di Afganistan melalui delegasi yang dikirim kesana," pungkasnya.
Sidang pleno LPJ Muktamar ke-33 NU dimulai sejak pukul 20.30 WIB tadi. Hingga pukul 22.33 WIB sidang masih berjalan. (idh/dhn)











































