Selain Kabupaten Pacitan, lima daerah yang sudah dinyatakan mesti lanjut ke Pilkada 2017 adalah Kota Mataram (Provinsi NTB), Kabupaten Timor Tengah Utara (NTT), Kabupaten Tasikmalaya (Jawa Barat), Kota Samarinda (Kalimantan Timur), dan Kabupaten Blitar (Jawa Timur).
"Untuk Pacitan itu yang diverifikasi terakhirΒ cuma hanya satu calon yang lolos. Calon lainnya, wakil calon bupatinya tak datang. Jadinya ya kalau ngacu PKPU Nomor 12, ya ditunda ke pilkada berikutnya. Jadi, ada enam daerah," kata Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay di Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Senin (3/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk Kabupaten Blitar terdapat pasangan M. Riyanto dan Urip Widodo. Riyanto diketahui merupakan mantan Bupati Blitar. Sedangkan, Urip merupakan Ketua DPC PDIP di Blitar.
Pasangan ini diusung PDIP dan Gerindra. Gabungan kedua partai ini memiliki 19 kursi di DPRD Blitar.
Kemudian, di Kabupaten Purbalingga (Jawa Tengah) ada pasangan Tasdi - Dyah Hayunung Pratiwi. Pasangan ini diusung PDIP, Gerindra, PKS, PAN, dan NasDem.
Selanjutnya, di Kota Mataram ada pasangan incumbent Ahyar Abduh - Mohan Roliskana. Pasangan ini sebenarnya diusung Partai Golkar.
Namun, pasangan ini jadi gagal karena calon pasangan lain yaitu Salman - Jana Handiyana dalam menit terakhir jelang pendaftaran bersama parpol pengusung yang memaksakan pendaftarannya agar bisa diterima.
"Untuk Kota Mataram, kemarin ada pasangan yang baru mendaftar dan dalam tanda petik terjadi penerimaan pendaftaran yang terpaksa. Dan, setelah dikoreksi, cek oleh KPU provinsinya, tadi malam telah ditetapkan, pasangan calon itu tidak bisa atau dibatalkan," ujar Hadar.
Selanjutnya, untuk Kabupaten Timor Tengah Utara (NTT) terdapat pasangan Raymundus Sau Fernandes dan Aloysius Kobes. Pasangan calon tunggal ini diusung PDIP dan merupakan pasangan incumbent.
Sementara,Β Kabupaten Tasikmalaya (Jawa Barat) terdapat pasangan Ruzhanul Ulum dan Ade Sugianto. Pasangan ini juga petahana dan masih menjabat bupati dan wakil bupati. Kedua calon ini diusung PDIP, PPP, Golkar, PAN, dan PKS.
Lalu, untuk Kota Samarinda (Kalimantan Timur), ada pasangan petahana Syaharie Jaang dan Nusyirwan Ismail yang diusung Demokrat, NasDem, dan Gerindra.
Sebenarnya ada pasangan calon tandingan yang mendaftar di hari terakhir Pilkada Kota Samarinda. Namun, kedua pasangan ini dinilai tak sesuai prosedur karena berkas juga tak lengkap. (hat/van)











































