Soal Gelar Pahlawan 3 Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin 'Sentil' Jokowi

Muktamar ke-47 Muhammadiyah

Soal Gelar Pahlawan 3 Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin 'Sentil' Jokowi

Ahmad Toriq - detikNews
Senin, 03 Agu 2015 20:00 WIB
Soal Gelar Pahlawan 3 Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin Sentil Jokowi
Foto: Ahmad Toriq
Makassar - Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin terus berjuang agar 3 tokoh Muhammadiyah bisa menjadi pahlawan nasional. Din menyoroti Presiden Jokowi yang tak jadi menyinggung soal ketiga tokoh tersebut saat berpidato di pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-47 pagi tadi.

Ketiga tokoh tersebut adalah Kasman Singodimedjo, Ki Bagus Hadikusumo, dan Abdul Kahar Moezakkir. Din menuturkan sudah menanyakan soal gelar pahlawan untuk ketiga tokoh itu ke Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin usai berpidato di acara pembukaan Muktamar ke-47 Muhammadiyah pagi tadi. Saat berpidato Din menyampaikan permintaan itu di depan Jokowi.

Lukman lalu menyampaikan maksud Din ke Presiden Jokowi. Lukman berharap Presiden Jokowi memasukkan materi soal pemberian gelar pahlawan untuk ketiga tokoh itu dalam pidatonya, seperti dalam pidato Jokowi di cara pembukaan Muktamar ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lalu Presiden meminta nama-namanya, saya menuliskan ketiga nama itu di kertas. Dan Bapak Presiden membawa kertas saya itu," tutur Din dalam Pidato Iftitah di Sidang Pleno I Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Makassar, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Sulsel, Senin (3/8/22015).

Setelah menerima catatan dari Din, Jokowi lalu berpidato. Namun hingga akhir pidatonya Jokowi tak menyinggung soal pemberian gelar pahlawan untuk ketiga tokoh Muhammadiyah tersebut.

"Tunggu punya tunggu sampai akhir pidatonya beliau tidak membacakan, rupanya terklip di atas kertas pidatonya. Beliau bilang pas baca sampai bawah sudah penutupan pidato, ya mungkin saja, tapi paling tidak sudah ada niat baik," ujar Din.

Din berharap gelar pahlawan nasional untuk ketiga tokoh tersebut diberikan oleh Presiden Jokowi di bulan Agustus ini. (tor/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads