Pemerintah Dinilai Lemah Saat Negosiasi dengan GAM
Rabu, 23 Feb 2005 20:02 WIB
Jakarta -
Pemerintah Indonesia dianggap lemah dalam bernegosiasi dengan pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di luar negeri. Apalagi jika pemetintah mengikuti keinginan dan tuntutan agar pasukan TNI dan Polri ditarik dari Aceh dan digantikan pasukan asing.Penilaian itu diungkapkan oleh Ketua Forum Studi Aksi Demokrasi (FOSAD) Faisal Riza Rahman kepada wartawan di Hotel Mandarin, Jakarta, Rabu (23/2/2004)."Pemerintah harus jeli, kita ini kan berdaulat. Aceh itu bagian dari Indonesia, mereka bukan apa-apa. Kita imbau kepada seluruh masyarakat untuk menyatukan visi bahwa GAM itu sebagai separatis atau teroris," katanya.Menurutnya, GAM sudah keterlaluan ketika pasukan TNI dan Polri bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat untuk memulihkan Aceh tetapi apa yang dilakukan GAM di luar negeri atas bencana tersebut. "Apalagi mereka menembaki tentara dan polisi yang sedang bekerja," katanya. Pertemuan GAM-RI yang kedua, katanya, tidak membawa hasil yang memuaskan. "Pemerintah melalui loby-lobynya meminta perdamaian dengan GAM. Tetapi itu tidak mungkin dan GAM tidak bisa diajak damai," katanya.
(mar/)










































