"Tidak pernah minta mahar. Itu ditabukan," kata Ketua Kewilayahan PKPI Nasir Nawawi saat dihubungi, Senin (3/8/2015).
Nasir menuturkan bahwa PKPI khususnya di desk Pilkada tidak pernah memberlakukan praktik mahar. Dia menduga ada pihak tertentu yang memakai nama PKPI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasir menegaskan bahwa PKPI merekomendasikan calon kepala daerah secara objektif. Rekomendasi diberikan setelah ada banyak pertimbangan.
"Kami memilih kader yang baik dan cocok. Itu berdasarkan seleksi yang ada. Kita fit proper sesuai aturan," ucap Nasir.
Sebelumnya, Jisman mengaku sudah mengantongi rekomendasi dari pengurus DPC PKPI. Namun, ternyata pengurus pusat sudah memberi rekomendasi untuk calon lain yaitu Poltak Sitorus.
"Menurut PKPI, Poltak Sitorus sudah membiayai kongres Rp 1,6 miliar sehingga kita diminta kembalikan uang itu," kata Jisman kepada wartawan di Jakarta, Senin (3/8/2015). (imk/dra)











































