DetikNews
Senin 03 Agustus 2015, 16:45 WIB

Cerita Menggelikan Ganjar ke Mahasiswa soal Kuliah dan setelah Jadi Gubernur

Sukma Indah Permana - detikNews
Cerita Menggelikan Ganjar ke Mahasiswa soal Kuliah dan setelah Jadi Gubernur Foto: Sukma Indah Permana
Yogyakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bercerita tentang kehidupannya saat kuliah. Dengan gaya santainya, dia bercerita kesukaannya berdemo.

"Saya mahasiswa yang biasa-biasa saja, ikut demo. Demo itu buat saya menggembirakan. Apalagi demo rektor," ujar Ganjar.

Hal ini disampaikan Ganjar di hadapan sekitar 1.300 mahasiswa baru Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, Senin (3/8/2015). Di kesempatan kali ini, Ganjar berdialog dengan beberapa mahasiswa.

Kisahnya semasa mahasiswa ini diceritakan karena ada seorang peserta yang menanyakan. Ganjar mengaku tak ada yang spesial dari kehidupan kuliahnya di Fakultas Hukum UGM. Namun Ganjar saat itu merupakan mahasiswa yang aktif berorganisasi, salah satunya di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Ketika mendemo rektor UGM kala itu Koesnadi, Ganjar punya cerita menarik.

Dia dan teman-temannya malah diajak ngobrol oleh sang rektor. "Saat itu pak Koesnadi, beliau malah bilang 'ngobrol sini, daripada demo-demo'. Jadinya kami ngobrol banyak," ceritanya.

Pria kelahiran Karanganyar ini sering melontarkan guyonan bahasa Jawa di sela-sela ceritanya. Kepada beberapa mahasiswa, dia bertanya problem apa yang dianggap paling berbahaya saat ini di Indonesia. Beberapa di antara mahasiswa menjawab korupsi. Bahkan mereka menilai koruptor pantas dihukum mati. Menanggapi itu Ganjar berkata, pemuda Indonesia harus berani memulai gerakan nyata dari hal-hal kecil di kehidupan sehari-hari.

Meski memang tidak mudah menjadi seseorang yang memegang teguh idealismenya, kata Ganjar, jalan terjal justru akan membentuk generasi yang tangguh.

"Ada gerakan, kalau nggak salah 'Jangan pernah suap polisi, kami mencintai polisi'. Ini keren. Idealisme itu jalannya memang terjal. Yang mulus, gitu-gitu saja, hasilnya agak rentan. Dipukul sedikit saja jatuh," kata Ganjar.

Saat jadi gubernur, Ganjar juga mengaku memiliki pengalaman lucu. Dia pernah menerima laporan tentang temannya yang menggunakan nama Ganjar untuk masuk menjadi PNS di pemprov Jateng. Ganjar marah.

"Saya minta sebut namanya, dan saya menghukum teman sendiri," tuturnya tanpa bercerita lebih lanjut hukuman apa yang diberikan olehnya.

Ganjar juga mengatakan tentang seorang birokrat masa kini yang tidak lagi dilayani, tapi melayani. Melayani pun, kata Ganjar, harus dengan cara modern. Ganjar memang aktif di sosial media, dan berjanji akan membalas semua pesan yang masuk ke akunnya.

Seluruh SKPD di Jateng saat ini telah memiliki akun Twitter. Hal ini memudahkan masyarakat untuk berkomunikasi langsung dengan para birokrat terkait.

"Kalau dikomplain kok SKPD nggak jawab, berarti masalah sama saya," kata Ganjar yang disambut tepuk tangan riuh para hadirin.
(sip/try)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed