Bagi Toni, begitu biasanya ia disapa, Muktamar Muhammadiyah ini mengingatkannya pada Muktamar Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM, kini IPM) tahun 1998, saat dia terpilih menjadi sekretaris jenderal PP IRM periode 1998-2000.
"Pembukaan Muktamar IRM ketika itu persis pada hari Pak Harto 'lengser keprabon', tanggal 21 Mei 1998. Pak Amien Rais , ketua PP Muhammadiyah ketika itu, yang sedianya datang membuka acara terpaksa batal karena ketegangan situasi politik di Jakarta," kata Toni saat berbincang di Makassar, Sulsel, Senin (3/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toni berharap muktamar Muhammadiyah kali ini juga akan memiliki dampak nasional. Dia berharap Muktamar Muhammadiyah ke-47 ini menghasilkan keputusan yang strategis demi kelangsungan dakwah Muhammadiyah, termasuk ketua umum yang visioner.
"Pak Amien, Buya Syafii dan Pak Din telah membawa Muhammadiyah ke tengah-tengah pergumulan masalah nasional bahkan internasional. Ketua umum terpilih mesti meneruskan dan meningkatkan peran-peran kebangsaan dan kemanusian Muhammadiyah." pungkas Toni. (tor/slh)










































