"Mereka adalah putra Surabaya terbaik setelah Risma. Jika mereka tekun melakukan kampanye dan mensosialisasikan program pro 'community development' saya kira mereka memiliki kans untuk bersaing dengan Risma," kata Sekjen PAN Eddy Soeparno kepada detikcom, Senin (3/8/2015).
Awalnya PAN berada di koalisi Majapahit yang terdiri dari Golkar, Gerindra, PKS, PAN, PKB, dan NasDem. Namun belakangan koalisi Majapahit pecah.
PKB dan Gerindra bakal mengusul calon wali kota yang juga Ketua DPC PKB Surabaya Syamsul Arifin.
Sementara itu Partai NasDem lebih dulu balik badan mendukung Risma. Partai lainnya sampai kini belum jelas bakal mendukung siapa.
Apakah dua calon penanding tersebut bakal mampu 'mengatasi' Risma?
(van/try)











































