"Ini lah dinamakan dalam berorganisasi, di NU sesuai perkembangannya dan melebar, biasalah saya pikir ini sangat wajar, kalau kiai sepuh sudah turun, ini akan adem," kata panitia nasional HM Mujib Qulyubi yang didampingi KH Mustafa Aqil di arena Muktamar, Alun-alun Jombang, Jatim, Minggu (2/8/2015).
"Karena di balik lahiriah ini kita masih ada berkah dengan dinamika spiritual kiai-kiai kita. Ini wajar, lumrah dalam berorganisai itu biasa. NU itu kan ada yang muda dan tua," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu gini, di NU ini nomenklatur ulama itu yang paling kita patuhi, jangan sampai kita menyakiti dan menyentil ulama, itu tidak etis, sebagai pembelajaran," katanya.
Mujib yakin bahwa suasana panas yang terjadi tadi akan segera dingin kembali untuk melanjutkan Muktamar.
"Saya optimistis bakal adem, para Kiai semua berdoa, istighosah, mereka punya kekuatan spiritual. Besok akan santai lagi, saya yakin adem lagi," ujarnya. (idh/ega)











































