Panitia Muktamar Temukan Kartu Muktamirin Ganda

Muktamar NU ke-33

Panitia Muktamar Temukan Kartu Muktamirin Ganda

Jajeli Rois - detikNews
Minggu, 02 Agu 2015 20:07 WIB
Panitia Muktamar Temukan Kartu Muktamirin Ganda
Foto: Situs Resmi NU
Jakarta - Panitia Muktamar ke 33 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, menemukan ID Card muktamirin yang ganda. Kejadian tersebut, salah satu menjadi perhatian dari pihak panitia.

"Kartu itu (ID card muktamirin) masih banyak yang duplikasi juga. Saya nggak tahu kesalahanya dimana," kata Ketua Panitia Daerah Muktamar ke 33 NU di Jombang Saifullah Yusuf saat jumpa pers bersama Ketua Panitia Muktamar Imam Aziz di Media Center Muktamar di SMAN 1 Jombang, Minggu (2/8/2015).

Ia mengakui, ada kendala di proses regristrasi peserta Muktamar NU di Jombang, sehingga molornya pendaftaran muktamirin berdampak pada agenda persidangan di muktamar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang ada peserta yang tidak mendapatkan kartu, juga ada yang duplikat," tuturnya.

Gus Ipul mengakui, belum mengetahui apakah ada kesalahan teknis atau human error memasukkan input data. Sehingga terjadi duplikat kartu ID card.

"Kita akan lihat lagi. Kita akan verifikasi lagi. Kita teliti satu per satu mana yang peserta mana yang duplikasi. Akan kita coba sebisa mungkin diperbaiki oleh panitia," tandasnya.

Ketika disinggung bahwa pelaksanaan muktamar di Jombang ini lebih buruk daripada muktamar sebelumnya di Makassar, Gus Ipul yang juga Wakil Gubernur Jatim ini mengatakan, bahwa ada perbedaan antara lokasi pelaksanaan di Jombang dengan di Makassar.

"Kalau di Makassar kan satu tempat. Ini (di Jombang) ada 4 tempat. Memang tergantung nikmatnya, tergantung nyamannya. Kalau dibandingkan di hotel, orang mencari nyamannya," ujarnya.

Menurutnya, orang mau menikmati dari sisi yang mana. Jika dilihat dari semangat muaziz, katanya lebih nyaman di Jombang, karena banyak makam ulama dan pendiri pondok pesantren yang ada di Jombang.

"Apapun keadaan mereka, lebih tenang di sini. Kalau yang dicari semangat mendekatkan ke pendiri NU. Tapi kalau semangatnya lain, mau dibandingkan dengan hotel, ya jangan dibandingkan dengan hotel. Ini tempat santri berbeda dengan hotel," terangnya.

Ia menambahkan, dari awal pihak panitia sudah menyadari keruwetan di Muktamar ke 33 NU. Pihaknya, juga sudah memberikan pelayanan bagi para peserta muktamar.

"Ada mobilitas tiap hari ke sini. Tapi kita sediakan sebisa mungkin. Banyak juga peserta yang atas inisiatif pribadi. Saya kira muktamar ini kan forum silaturahmi, bukan hanya sekedar mengikuti tahapan-tahapan," tandasnya. (roi/ega)


Berita Terkait