Antisipasi ISIS, Kapolda Banten Sosialisasi di Pesantren

Antisipasi ISIS, Kapolda Banten Sosialisasi di Pesantren

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Minggu, 02 Agu 2015 18:51 WIB
Jakarta - Paham Islam radikal yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat menjadi perhatian serius Polda Banten. Untuk antisipasi, selain melakukan pengawasan mau pun pendekatan terhadap sejumlah ulama di Banten.

"Saya secara rutin silaturahmi dengan sejumlah ulama terutama ulama yang cinta NKRI," ujar Kapolda Banten Brigjen Pol. Boy Rafi Amar.

Boy mengatakan hal ini saat menghadiri acara Istigosah di Ponpes pimpinan KH. Muchammad Murtadlo Dimyati, Minggu (2/8//2015) dini hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Boy, dengan mendatangi sejumlah ulama yang alim dan mencintai budaya Indonesia, Polri bisa meminta masukan serta mendeteksi secara dini aktivitas-aktivitas dari kelompok radikal tersebut.

Diakuinya, saat ini terdeteksi sejumlah warga Banten yang terbang ke Syria dan Iraq untuk bergabung dengan kelompok berpaham Islam State Iraq and Syiria (ISIS). Namun polisi sulit mencegah karena mereka berangkat ke negara-negara lain dengan berbagai keperluan.

"Ada yang pergi ke Malaysia atau negara lain di Asia kemudian mereka ke Turki. Ada pula yang pergi untuk umroh tapi malah gabung ke ISIS," terang Boy.

Sementara cara mengajak jamaah atau kelompok untuk bergabung ke dalam ISIS, imbuh Brigjen Boy, menggunakan jejaring dunia maya. Namun Polda Banten sangat sulit menangkal propaganda di dunia maya yang begitu banyak.

Untuk itu Kapolda Banten berupaya melakukan penguatan di masyarakat. Salah satunya dengan mendatangi sejumlah ulama Banten yang masih mencintai budaya Indonesia.

Sementara di tempat yang sama, KH Murtadlo Dimyati, mengatakan, wilayah Banten tidak luput dari ancaman paham radikal semacam ISIS. Untuk itu, kiai asal Pandeglang, Banten tersebut rutin melakukan Istigosah setiap bulannya.

"Istigosah yang rutin kami lakukan sebagai upaya menyelamatkan bangsa dan negara dari segala ancaman. Sebab doa sesungguhnya sebagai senjata utama kaum muslimin," terang KH. Murtadlo Dimyati.

Ia pun beharap aparat keamanan mau pun pemerintah pusat lebih banyak melakukan doa mau pun Istigosah demi kemaslahatan bangsa dan negara dari segala macam gangguan.

(tfq/ahy)


Berita Terkait