"Anak saya hanya bersekolah cuman dua hari yaitu tanggal 27 Juli dan 28 Juli," ujar ayah Evan, Jose Feliano Situmorang saat ditemui di kediamannya di Gang 7 Sektor V, Perumahan Pondok Ungu, Bekasi Utara, Jawa Barat, Minggu (8/2/2015).
Pada hari terakhir Evan bersekolah, gurunya menelepon dan mengabarkan Evan tidak bisa bergerak dan kejang-kejang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masa sih pak? Kalau gitu ambil anak bapak pulang," jawab guru Evan.
Setelah dibawa pulang, Jose mengantar anaknya ke puskesmas terdekat. Di sana Evan mendapatkan pemeriksaan darah dan hasil pemeriksaan dokter mengatakan kandungan asam urat anaknya 6,7.
Setelah dibawa pulang ke rumah, Evan nyaris tidak dapat berjalan. "Saya lihat kakinya nggak ada bengkak dan keras," terangnya.
Jose sempat mananyakan penyebab sakit tersebut kepada Evan langsung. "Ini kamu kenapa nak?" tanya Jose.
"Itu pasti karena MOS," jawab Evan kala itu.
"Ada dipukul orang?" tanyanya lagi.
"Eggak ada pak," sambung Evan.
Evan meninggal setelah mengikuti MOS di sekolahnya. Evan disuruh scott jump, dan berjalan kaki dari di Pondok Ungu Blok A ke Perumahan Puri. Dari sana, Evan lalu berjalan kaki lagi ke POM bensin Pondok Ungu dan kembali ke sekolahannya.
(tfq/try)










































