"Terakhir tanggal 30 Juli dikasih makan sama ibunya dan saya lagu keluar untuk jaga," ujar ayah Evan, Jose Feliano Situmorang saat ditemui di kediamannya di Gang 7 Sektor V, Perumahan Pondok Ungu, Bekasi Utara, Jawa Barat, Minggu (8/2/2015).
Jose mengisahkan, pada pukul 12.30 WIB, istrinya menelepon dan memberitahukan bahwa Evan mengalami kejang-kejang. Ibu Evan segera melarikan anaknya ke rumah sakit terdekat.
"Dibawa ke RS, tetapi ditolak dan katanya perlengkapannya kurang," kata Jose.
Evan segera dirujuk ke rumah sakit terdekat lainnya. Sesampainya di sana, nyawa Evan tidak dapat ditolong.
"Kata dokternya, anak saya sudah meninggal dalam perjalanan sehingga tidak bisa didiagnosa," ucapnya.
Menurut Jose, selama sakit dirinya sering memapaah anaknya tersebut karena tidak dapat berdiri ketika baru saja duduk.
"Ke kamar mandi saja saya harus papa untuk buang air kecil," kenang Jose soal Evan.
Evan meninggal setelah mengikuti MOS di sekolahnya. Evan mendapatkan 'siksaan' scott jump, dan diperintahkan berjalan kaki dari di Pondok Ungu Blok A ke Perumahan Puri. Dari sana, Evan lalu berjalan kaki lagi ke POM bensin Pondok Ungu dan kembali ke sekolahannya.
(tfq/try)











































