Kata Ortu, Begini Model MOS yang Diikuti Evan sebelum Sakit dan Meninggal

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Minggu, 02 Agu 2015 17:24 WIB
Foto: Muhammad Taufiqqurahman
Jakarta - Evan Cristopher Situmorang (12) meninggal 2 minggu setelah mengikuti MOS di SMP di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat.

Evan masuk MOS pada tanggal 6 Juli 2015 hingga tanggal 9 Juli 2015. "Anak saya dapat tugas macam-macam dari kakak kelasnya," ujar ayah Evan, Jose Feliano Situmorang saat ditemui di kediamannya di Gang 7 Sektor V, Perumahan Pondok Ungu, Bekasi Utara, Jawa Barat, Minggu (2/8/2015).

Jose mengingat anaknya saat pertama kali mendapatkan tugas dari panita MOS yaitu baju berwarna kuning dengan gantungan minion (tokoh kartun) yang dikalungkan di leher.

"Tiap hari warna bajunya ganti. Belum lagi makanannya. Perkiraan habiskan Rp 70 ribu per hari hanya untuk ikuti MOS," terangnya.

Tidak hanya itu, Evan juga mendapatkan serangkaian tugas yang tidak berhubungan dengan pendidikanya saat mengikuti MOS.

"Kadangkalah kita enggak ngerti, misalnya ada tugas membawa belatung di warnai yang ternyata isinya nasi goreng, atau membawa Udang yang diwarnai yang artinya bihun goreng," ucapnya.

"Kata anak saya kalau ada tugas yang tidak diselesaikan akan mendapatkan hukuman," sambungnya.

Salah satu hukuman yang diberikan oleh panita MOS adan scott jump. Hukuman inilah yang akhirnya membuat Evan sakit dan berujung pada kematian pada tanggal 30 Juli 2015 di samping ibunya.

Hingga saat ini, pihak sekolah belum berkomentar terkait kegiatan MOS yang dinilai sebagai salah satu pemicu meninggalnya Evan. (tfq/try)